KALIMANTAN TIMUR — Honda Odyssey versi terbaru resmi meluncur di China dengan harga mulai 184.800 yuan atau setara Rp 493 jutaan. Penyegaran kali ini menghapus varian dasar tanpa cruise control, kamera mundur, dan layar tengah, sekaligus menaikkan harga sekitar Rp 24 jutaan dari model sebelumnya. Honda lebih memfokuskan pembaruan pada sektor interior ketimbang performa mesin.
Honda Odyssey terbaru kini dijual dalam tiga varian, yakni Pro, Pro+, dan Max. Varian Pro yang menjadi model dasar justru mendapat layar tengah 12,3 inci, lebih besar dari layar varian tertinggi yang hanya 10,1 inci. Layar tersebut berfungsi sebagai pusat koneksi ponsel melalui CarPlay, HiCar, dan Carlink, meski tidak mendukung perintah suara maupun navigasi.
Peningkatan kabin menjadi sorotan utama pada penyegaran Odyssey kali ini. Kursi berpemanas, berventilasi, dan fitur pijat tersedia sebagai pilihan di baris depan dan tengah. Setir berlapis kulit kini menjadi perlengkapan standar di seluruh varian.
Honda juga menyematkan kulkas di dalam kabin, kamera 720 derajat, spion tengah digital, serta layar hiburan yang ditempel di atap untuk penumpang baris belakang. Kombinasi fitur ini menempatkan Odyssey bersaing ketat di segmen MPV premium China.
Pembaruan ini sekaligus menghilangkan varian dasar yang tidak dilengkapi cruise control, kamera mundur, dan layar tengah. Keputusan tersebut membuat harga Odyssey naik mulai 9.000 yuan atau sekitar Rp 24 jutaan dibanding sebelumnya. Konsumen kini tidak lagi memiliki opsi varian paling murah tanpa fitur-fitur tersebut.
Dari sisi ukuran, Honda Odyssey memiliki panjang 4.861 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.712 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm. Tujuh kursinya disusun dalam konfigurasi 2+2+3. Suspensi depan memakai McPherson, sementara bagian belakang mengandalkan suspensi belakang untuk menopang kenyamanan kabin.
Dapur pacu Honda Odyssey mengusung mesin hybrid 2.0 liter yang menghasilkan tenaga gabungan 212 daya kuda melalui sistem e-CVT. Konsumsi bahan bakarnya berkisar 5,88 hingga 6,17 liter per 100 km, setara dengan 16,2-17 km per liter. Angka ini menunjukkan efisiensi bahan bakar yang kompetitif untuk ukuran MPV besar.
Performa dan efisiensi Odyssey terbaru tidak mengalami perubahan dari model sebelumnya. Honda memilih berkonsentrasi pada peningkatan interior ketimbang menyentuh sektor mesin.
Harga tersebut berlaku untuk pasar China, tempat Odyssey terbaru dipasarkan lebih dulu. Belum ada keterangan resmi soal kemungkinan masuknya model ini ke Indonesia.