KALIMANTAN TIMUR — Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat mengevaluasi pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk vaksin Measles Rubella (MR) dan Human Papillomavirus (HPV). Evaluasi ini memetakan capaian sekaligus kendala di lapangan, mulai dari koordinasi antarsektor hingga komunikasi dengan orang tua siswa, sebagai bahan perbaikan program imunisasi berikutnya.
Rapat evaluasi berlangsung di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Aceh Barat pada Selasa, 29 September 2026. Pertemuan itu melibatkan unsur kesehatan, pendidikan, Kementerian Agama, sekolah, dan Puskesmas di wilayah setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni, S.Kep., M.K.M., menegaskan keberhasilan BIAS butuh koordinasi antarsektor. Layanan imunisasi ini menyasar anak-anak di lingkungan sekolah, sehingga tidak bisa berjalan hanya dengan satu instansi.
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) adalah program rutin pemerintah untuk melindungi anak usia sekolah dari penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Dua vaksin yang menjadi fokus evaluasi di Aceh Barat adalah Measles Rubella (MR) dan Human Papillomavirus (HPV).
Vaksin MR menyasar anak sekolah dasar untuk mencegah campak dan rubella. Sementara vaksin HPV diberikan kepada siswi untuk melindungi mereka dari risiko kanker serviks di kemudian hari.
Peserta rapat membahas sejumlah persoalan yang muncul selama pelaksanaan BIAS di sekolah. Mulai dari koordinasi antarinstansi, kesiapan sekolah sebagai lokasi imunisasi, hingga komunikasi dengan orang tua dan siswa.
Kesiapan sekolah menjadi sorotan karena tidak semua fasilitas pendidikan memiliki ruang dan jadwal yang mendukung. Komunikasi dengan orang tua juga krusial, terutama untuk memastikan mereka memahami manfaat dan keamanan vaksin bagi anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Barat, Dr. Cut Briz Santi, memimpin pembahasan teknis pelaksanaan BIAS MR dan HPV di masing-masing wilayah. Ia menekankan pentingnya evaluasi sebagai dasar perbaikan.
"Evaluasi bukan sekadar melihat capaian, tetapi menjadi langkah penting untuk mengetahui kendala di lapangan dan mencari solusi bersama," ujarnya.
Ia berharap koordinasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pendidikan Dayah, Kementerian Agama, sekolah, TP-UKS, dan Puskesmas terus diperkuat. Sinergi itu diperlukan agar pelaksanaan BIAS berikutnya berjalan lebih optimal dan sasaran imunisasi terlayani sesuai jadwal.
Hasil evaluasi dan masukan dari peserta rapat akan menjadi bahan perbaikan pelaksanaan program imunisasi anak sekolah pada periode berikutnya. Dinas Kesehatan Aceh Barat berkomitmen menindaklanjuti setiap persoalan yang muncul di lapangan.
Bagi orang tua, keterlibatan aktif dalam program BIAS sangat membantu kelancaran imunisasi anak. Pastikan buah hati mendapatkan jadwal vaksin sesuai anjuran dan tanyakan langsung ke Puskesmas atau sekolah jika ada keraguan.