Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tetap berada di zona optimistis sebesar 122,6 pada Triwulan III-2026. Angka itu turun tipis dari 123,7 pada triwulan sebelumnya, tetapi masih jauh di atas ambang batas 100 poin yang memisahkan kelompok optimistis dan pesimistis. Ekspektasi warga terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang justru menguat ke 132,9.
BALIKPAPAN — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menyatakan hasil Survei Konsumen sepanjang triwulan III-2026 menunjukkan tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih kuat dan terjaga. Menurut dia, persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini berjalan seiring meningkatnya ekspektasi ke depan.
Penurunan tipis dari 123,7 ke 122,6 tidak mengubah posisi Balikpapan di zona optimistis. Selisih itu jauh lebih kecil dibanding jarak IKK terhadap ambang batas 100 poin, yang menandakan jumlah responden optimistis masih jauh melampaui kelompok pesimistis.
Tiga komponen Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mencatat angka di atas 100. Tingkat penghasilan tercatat 125,3, ketersediaan lapangan kerja 107,7, dan konsumsi barang tahan lama 104.
Masyarakat menilai kecukupan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok tetap stabil. Alokasi pembelian barang tahan lama pun tidak mengalami guncangan berarti.
Optimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja di Balikpapan ditopang ekspansi sejumlah lini usaha. Gerai ritel modern, waralaba, kedai kopi, hingga restoran baru bertambah di berbagai kawasan kota.
Untuk barang tahan lama, pembelian emas, perhiasan, kendaraan bermotor, serta pembaruan perangkat elektronik turut menopang keyakinan warga.
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mengukur perkiraan kondisi ekonomi enam bulan mendatang naik dari 132,1 menjadi 132,9. Penguatan ini didorong geliat pembangunan infrastruktur dan area komersial di Balikpapan.
Aktivitas ekonomi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memberi dampak rembesan atau multiplier effect terhadap pendapatan warga. Faktor itu menjadi salah satu penyokong utama naiknya ekspektasi konsumen.
"Hasil Survei Konsumen sepanjang triwulan III-2026 di Balikpapan mengindikasikan tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih kuat dan terjaga. Hal ini didukung oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini serta meningkatnya ekspektasi ke depan," kata Robi Ariadi di Balikpapan, Rabu.
Kestabilan angka keyakinan konsumen juga dipengaruhi terkendalinya pasokan dan harga komoditas pangan utama. Kondisi itu berlaku baik di pasar tradisional maupun modern.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia menjaga kelancaran distribusi logistik. Langkah itu terbukti mampu menahan tekanan terhadap daya beli masyarakat di tengah penyesuaian harga sejumlah komoditas.
Bank Indonesia memproyeksikan tren optimisme konsumsi rumah tangga berlanjut hingga triwulan berikutnya. Proyeksi itu sejalan dengan semakin kuatnya roda perekonomian di wilayah Kalimantan Timur.