Grup Astra Buyback Rp 2,4 Triliun via AALI dan UNTR Mulai Oktober

Penulis: Taufik Rahman  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 15:35:01 WIB
Saham AALI dan UNTR bergerak berlawanan arah pada perdagangan intraday Jumat (2/10).

KALIMANTAN TIMUR — Dua emiten Grup Astra menyiapkan dana hingga Rp 2,4 triliun untuk membeli kembali saham sendiri. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menganggarkan maksimal Rp 400 miliar, sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) menyiapkan plafon Rp 2 triliun. Aksi korporasi ini berlangsung hingga akhir Desember 2026.

Manajemen AALI mengumumkan rencana buyback pada Kamis (1/10) melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Jumlah saham yang dibeli kembali dibatasi tidak lebih dari 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. AALI juga berkomitmen menjaga porsi saham free float tetap minimal 15% setelah pelaksanaan buyback.

Periode pembelian kembali saham AALI berlangsung mulai 2 Oktober hingga 28 Desember 2026. Perseroan bisa menghentikan aksi lebih awal jika periode buyback berakhir, dana Rp 400 miliar sudah terpakai seluruhnya, atau manajemen memutuskan menghentikannya.

Alasan AALI dan UNTR Lakukan Buyback

Manajemen AALI menyatakan langkah ini untuk menstabilkan harga saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Buyback juga dinilai bisa meyakinkan investor terhadap nilai fundamental saham perseroan.

Alasan lain, buyback memberi fleksibilitas dalam mengelola modal jangka panjang. Saham hasil buyback atau saham treasuri dapat dijual kembali pada masa mendatang ketika perseroan membutuhkan tambahan modal.

"Setelah berakhirnya periode buyback, perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri," tulis manajemen AALI dalam keterbukaan informasi BEI.

UNTR Siapkan Dana Lebih Besar, Buyback Mulai 1 Oktober

UNTR menyiapkan dana maksimal Rp 2 triliun, lima kali lipat anggaran AALI. Jumlah saham yang dibeli kembali juga tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan ketentuan free float setelah buyback tetap minimal 15%.

Pelaksanaan buyback UNTR berlangsung lebih awal, yakni 1 Oktober hingga 31 Desember 2026. Perseroan menyatakan aksi korporasi tersebut tidak akan berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha.

Respons Pasar: AALI Naik, UNTR Justru Lesu

Pada perdagangan intraday Jumat (2/10) pukul 14.25 WIB, saham AALI naik 5,06% ke Rp 8.300 per saham. Kapitalisasi pasar AALI mencapai Rp 15,97 triliun.

Berbanding terbalik, saham UNTR turun 1,14% ke Rp 26.050 per saham. Kapitalisasi pasar UNTR tercatat Rp 9,17 triliun, jauh di bawah AALI meski plafon buyback-nya lebih besar.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham

Buyback biasanya dipandang positif karena mengurangi jumlah saham beredar, sehingga laba per saham (EPS) berpotensi naik tanpa perlu pertumbuhan laba. Namun efektivitasnya bergantung pada realisasi pembelian dan kondisi pasar selama periode buyback.

Bagi investor, perhatikan dua hal: berapa saham yang benar-benar dibeli hingga Desember 2026, dan apakah harga saham bergerak mendekati level yang diharapkan manajemen. Keputusan menyimpan saham sebagai treasuri juga membuka opsi penjualan kembali di masa depan, yang bisa menjadi katalis tersendiri.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top