Sudirman Kenang Adu Penalti SEA Games 1991 Sebelum Final ASEAN Cup 2026

Penulis: Okta Nugraha  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:49:01 WIB
Sudirman mengenang adu penalti final SEA Games 1991 jelang final ASEAN Cup 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Timnas Indonesia menyimpan satu memori emas saat mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-3 di final SEA Games 1991. Kenangan itu dibawa kembali oleh Sudirman, algojo penentu yang mencetak gol kemenangan, menjelang duel kedua tim di final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK Jakarta.

Gol Sudirman dari titik putih memastikan medali emas SEA Games 1991 jatuh ke tangan Timnas Indonesia. Laga di Stadion Senayan itu berjalan ketat hingga lima eksekutor pertama kedua tim sama-sama mencetak tiga gol. Ferril Raymond Hattu, Heriansyah, dan Yusuf Ekodono sukses menjalankan tugas, sementara Maman Suryaman dan Widodo Cahyono Putro gagal menjebol gawang Thailand.

Momen Sudirman Angkat Tangan Jadi Algojo Penentu

Sudirman mengisahkan bagaimana dirinya maju sebagai eksekutor keenam setelah skor adu penalti imbang 3-3. Pelatih Danurwindo yang saat itu menjadi asisten Anatoly Polosin menawari sejumlah pemain, termasuk Robby Darwis.

"Setelah lima kali adu penalti skor masih imbang 3-3, coach Danurwindo sebagai asisten Anatoly Polosin tanya ke pemain. Termasuk sama Robby Darwis. Tapi dia menolak, karena tidak siap," ungkap Sudirman.

Pemain yang akrab disapa Jenderal itu mengaku langsung mengacungkan jari ketika tidak ada rekan yang bersedia. Keyakinannya penuh saat Danurwindo menanyakan kesiapan.

"Karena semua pemain keberatan, saya pun acung jari. Ketika Danurwindo tanya apakah saya yakin, saya bilang sangat siap dan yakin," kenangnya.

Empat Final Piala AFF Jadi Luka yang Belum Terbalas

Thailand memang menjadi momok di ajang sepak bola ASEAN. Pil pahit pertama ditelan Timnas Indonesia pada Piala Tiger 2000 dengan sistem single match, kalah 1-4. Dua tahun berselang, Timnas tumbang lewat adu penalti 2-4 setelah imbang 2-2 di waktu normal.

Ketika final Piala AFF 2016 memakai dua legs, Thailand menang agregat 3-2 berkat hasil 1-2 dan 2-0. Pada Piala AFF 2020, Thailand kembali perkasa dengan agregat 6-2 usai menang 4-0 dan imbang 2-2. Empat kekalahan final itu membuat duel di FIFA ASEAN Cup 2026 punya bobot tersendiri bagi skuad Garuda.

Peluang Adu Penalti di Final ASEAN Cup 2026

Sudirman menilai kekuatan Timnas Indonesia dan Thailand saat ini relatif berimbang. Kondisi itu membuka kemungkinan laga final berlanjut ke adu penalti.

"Kalau mengamati kekuatan Timnas Indonesia dan Thailand saat ini, peluang adu penalti bisa terjadi. Jika sampai fase ini, faktor mental dan keberuntungan jadi penentu kemenangan," kata Sudirman.

Menurutnya, eksekutor penalti wajib punya keyakinan tinggi. Kemampuan mengalahkan rasa takut gagal menjadi kunci utama sebelum bola ditendang.

"Jadi penendang penalti harus punya keyakinan. Karena kita harus mampu mengalahkan diri sendiri. Seperti rasa takut gagal," ucapnya.

Resep Sudirman: Jangan Ubah Arah Tendangan

Sudirman berpesan agar algojo Timnas Indonesia tidak mengubah arah tendangan yang biasa dilatih. Perubahan arah di menit krusial, menurutnya, menjadi tanda keraguan dalam hati.

"Tips lainnya jangan mengubah tendangan. Jika ada niat mengubah arah, artinya ada keraguan dalam hati. Saya dulu menendang bola keras. Kalau pun bisa diantisipasi kiper, dia pasti kalah cepat. Arus bola juga lebih kuat jika tangan kiper memblokirnya," tuturnya.

Duel final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Thailand digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Kevin Diks dkk. berpeluang memutus catatan buruk di partai puncak sekaligus mengulang memori emas 1991.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: bola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top