BIFF 2026 Sambungkan 30 Desainer dan UMKM Kaltim ke Buyer Melbourne

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 12:46:31 WIB
Desainer dan model tampil pada peragaan busana Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 di Samarinda.

SAMARINDA — Project Director BIFF 2026, Anas Maghfur, menyatakan festival ini tidak berhenti pada peragaan busana. Pelaku usaha yang dilibatkan mencakup pengrajin, penenun, pembatik, desainer, hingga model. Desainer yang terlibat datang dari Kalimantan Timur dan sejumlah kota lain di Indonesia, dengan model internasional turut ambil bagian.

Menurut Anas, arah penyelenggaraan festival adalah menghidupkan industri fashion di Kaltim, bukan hanya panggungnya. "Target kami dengan penyelenggaraan Borneo International Fashion Festival, kami ingin menghidupkan fashion supaya lebih semarak lagi di Kaltim, terutama di sektor industrinya. Jadi, bukan hanya peragaan busananya, tetapi sektor industrinya juga makin tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Business Matching dengan Buyer yang Bermarkas di Melbourne

Business matching menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian BIFF. Kegiatan itu mempertemukan pelaku UMKM dan pengrajin dengan calon buyer untuk menilai produk yang berpotensi dipasarkan ke luar negeri, khususnya Australia.

"Jadi, mempertemukan sementara ini business matching-nya dengan buyer yang memang stay di Melbourne, kemudian bertemu dengan para pengrajin yang ada di Kaltim dan para UKM. Jadi, mana produk yang potensial untuk dijual di Melbourne," kata Anas.

Produk yang diperkenalkan tidak terbatas pada pakaian. Berbagai produk kreatif dari pelaku usaha daerah ikut dipamerkan agar pasar produk lokal tidak hanya bergantung pada konsumen dalam negeri.

Rantai Industri Kreatif Jadi Sasaran Pertumbuhan

Anas menjelaskan, penyelenggaraan festival diarahkan untuk mendorong pertumbuhan pelaku usaha di sepanjang rantai industri kreatif. Keterlibatan mereka dinilai menentukan apakah industri fashion Kaltim bisa tumbuh lebih jauh dari sekadar ajang promosi.

BIFF 2026 melibatkan sekitar 30 desainer dari sejumlah daerah dan peserta internasional dari beberapa negara. Penyelenggaraan perdana ini diharapkan menjadi pijakan untuk mengembangkan BIFF secara lebih besar pada tahun berikutnya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top