KALIMANTAN TIMUR — Casio memperkenalkan Baby-G BGD-10KPM-7, jam tangan edisi kolaborasi dengan pembuat mainan desainer Pop Mart yang mengangkat karakter Baby Molly. Peluncuran dijadwalkan November 2026 dengan harga 16.500 yen, dan desainnya memungkinkan modul jam dilepas untuk dijadikan aksesori gantungan tas. Langkah ini menandai perluasan strategi Casio menyasar kolektor mainan desainer, bukan hanya pengguna jam tangan.
Jam tangan digital ini mengusung desain modular yang mengacu pada seri BABY-G+PLUS BGD-10K. Modul digital di bagian tengah bisa dilepas dari bezel dan tali jam tanpa memerlukan alat tambahan apa pun.
Setelah dilepas, modul tersebut dapat dipasang ke wadah silikon berwarna merah muda yang sudah termasuk dalam paket penjualan. Dari situ, jam tangan konvensional berubah fungsi menjadi aksesori gantungan tas. Casio turut menyertakan satu set stiker orisinil untuk ditempel pada wadah silikon tersebut.
Casio membalut Baby-G edisi ini dengan resin kuning cerah, menyesuaikan warna rambut karakter Baby Molly. Saat lampu latar LED dinyalakan, gambar mata biru karakter tersebut muncul di layar LCD.
Tali jam juga disesuaikan dengan gambar Baby Molly bersama kucingnya, Baby Tabby. Di bagian belakang jam terdapat ukiran logo peringatan 20 tahun Baby Molly, penanda usia karakter tersebut di lini mainan Pop Mart.
Modul inti jam ini berukuran 42,8 x 39 x 14,7 mm dengan bobot 33 gram. Casio mempertahankan konstruksi tahan guncangan khas lini Baby-G, plus ketahanan air hingga kedalaman 100 meter.
Daya disuplai baterai standar CR1616 yang diperkirakan bertahan hingga tiga tahun. Fitur pendukungnya mencakup waktu dunia untuk 29 zona waktu, stopwatch 1/100 detik, penghitung waktu mundur 24 jam, kalender otomatis, dan lima alarm harian.
Produk ini sudah tercatat di situs Casio internasional dan Jepang dengan harga jual 16.500 yen. Peluncuran direncanakan pada November 2026.
Belum ada keterangan resmi soal jadwal masuk pasar Indonesia atau harga lokalnya. Casio biasanya merilis produk kolaborasi terbatas di Jepang lebih dulu sebelum menyentuh pasar lain.
Kolaborasi dengan Pop Mart menempatkan Baby-G di persimpangan dua pasar: pengguna jam tangan fungsional dan kolektor mainan desainer. Pop Mart dikenal lewat lini blind box yang punya basis kolektor besar di Asia, termasuk Indonesia.
Bagi Casio, langkah ini memperluas daya tarik Baby-G ke konsumen yang lebih muda dan terbiasa membeli produk berdasarkan nilai koleksi, bukan sekadar kebutuhan alat penunjuk waktu.
Detail lengkap soal pengiriman internasional dan kemungkinan rilis di Asia Tenggara masih menunggu pengumuman resmi Casio.