KALIMANTAN TIMUR — Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri mengantongi undangan kembali tampil dalam konser orkestra dan chamber music di Eropa tahun depan. Undangan itu menyusul penampilannya sebagai solois utama bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok di ORF Radiokulturhaus, Wina, Austria. Penampilan tersebut disebut menjadi pintu bagi musisi klasik Indonesia untuk berdiri sejajar di kiblat musik dunia.
Undangan tersebut bukan hasil instan. Alfred tampil membawakan Mozart Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488, sebuah mahakarya yang lahir dari kota yang sama tempat ia kini berdiri.
Alfred memainkan tuts piano solo selama 30 menit non-stop bersama 40 musisi orkestra. Konser itu dipimpin konduktor kawakan asal Amerika Serikat, Everett McCorvey, dengan violinis Maria Solozobova turut ambil bagian.
Auditorium berkapasitas 1.500 hingga 2.000 penonton menyambut penampilannya dengan riuh. Bagi Alfred, lokasi pertunjukan memberi bobot tersendiri pada momen tersebut.
"Wina adalah Kota Mozart, kota budaya nomor satu di dunia untuk konser. Semua komponis ternama dunia berkumpul dan membuat karya di sini," ujar Alfred.
"Ada sensasi ngeri juga karena, ini panggung dunia dan saya memainkan karya Mozart langsung di 'rumah' Mozart, seperti halnya seorang seniman yang memainkan gamelan Bali di Tabanan," sambungnya.
Sesaat setelah meninggalkan panggung, Alfred menyampaikan rasa syukurnya. Ia menyebut kepercayaan di panggung musik klasik Eropa tidak datang dengan mudah.
"Saya sangat bersyukur masih diberi kepercayaan oleh Yang Di Atas. Happy sekali," kata Alfred penuh haru seperti diberitakan detikHot pada Rabu (7/10).
"Tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan di panggung musik klasik Eropa, apalagi bisa tampil dan disambut sedemikian hangat di panggung megah Wina seperti ini."
"Ini adalah kehormatan besar bagi saya, dan undangan untuk kembali tampil di Eropa tahun depan adalah amanah yang akan saya persiapkan sebaik mungkin," ungkapnya.
Konser di Wina merupakan penampilan kedua dalam rangkaian tur Eropa yang digelar Alfred. Sebelumnya, ia menggelar konser privat eksklusif di Hungaria pada 28 September 2026.
Dari dua panggung itu, Alfred menilai kehadiran musisi Indonesia di panggung konser musik klasik Eropa masih sangat langka. Kondisi tersebut membuatnya ingin membuka jalan bagi generasi berikutnya.
"Selama ini masih sangat langka musisi asal Indonesia yang diundang tampil di panggung konser musik klasik Eropa," tuturnya.
"Melalui pencapaian ini, saya ingin membuktikan kepada anak-anak muda Indonesia bahwa dihargai dan diakui di panggung orkestra dunia bukan hal yang mustahil untuk diraih," ia menegaskan.
"Dengan dukungan orkestra dan konduktor ternama di gedung yang melegenda, momen ini menjadi bukti bahwa musisi Indonesia mampu berdiri sejajar di kiblat musik klasik dunia," tutur Alfred.
Undangan ke Eropa tahun depan menjadi kelanjutan dari jalur yang sudah ia bangun. Nama Alfred Young Sugiri kini tercatat di antara sedikit pianis Indonesia yang dipercaya mengisi panggung orkestra klasik Benua Biru.