KALIMANTAN TIMUR — Arema FC menggelar program perdana "Inside The Lion Home" di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, dengan mengajak 20 Aremania masuk ke area resmi stadion. Peserta adalah pembeli jersey original musim 2026–2027 yang mendapat akses ke ruang ganti, ruang media, hingga player tunnel menjelang laga kandang.
Manajemen Arema FC membuka pintu area terbatas Stadion Kanjuruhan untuk suporter dalam kegiatan yang digelar menjelang pertandingan kandang. Selain tur eksklusif, acara ini dirancang sebagai wadah edukasi soal tata kelola pertandingan, keamanan, keselamatan, dan regulasi yang berlaku pasca-renovasi stadion.
Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyebut program ini sebagai sejarah baru bagi klub. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sport tourism, melainkan kampanye untuk mengedukasi publik tentang pentingnya kenyamanan dan keamanan di stadion.
"Program ini merupakan babak baru atau sejarah baru buat Arema. Ini tidak hanya memberikan inspirasi bagi klub lain, tetapi juga menjadi bagian dari bagaimana kita mengampanyekan serta mengedukasi tentang faktor kenyamanan dan keamanan sebagai hal penting dalam menyambut sebuah pertandingan," ujar Sudarmaji.
Rangkaian acara Inside The Lion Home mengajak peserta berkeliling dari ruang media, area flash interview, player tunnel, sampai masuk ke home changing room pemain. Peserta juga memantau langsung persiapan tim sebelum sesi latihan strategis dimulai.
Kesempatan berinteraksi dengan pemain dan jajaran pelatih menjadi bagian yang paling dinanti. Aremania yang hadir bisa meminta tanda tangan dan melakukan sesi foto bersama skuad sebelum pertandingan kandang digelar.
Sudarmaji berharap para peserta menjadi perpanjangan tangan untuk mengampanyekan budaya suporter yang tertib dan santun kepada sesama Aremania.
Chief Business and Commercial Arema FC, Irma Priyanti, menyampaikan program ini bertujuan agar Aremania dan Aremanita mengenal lebih dekat fasilitas klub serta memahami regulasi pertandingan secara transparan.
"Ini adalah kali pertama kami membuat program seperti ini, supaya Aremania dan Aremanita bisa tahu bahwa selain pertandingan, ada banyak hal di balik layar yang bisa dilihat. Kami ingin mereka semakin cinta datang ke stadion, paham regulasi yang berlaku, serta menikmati pengalaman eksklusif yang biasanya tertutup untuk umum," ungkap Irma Priyanti.
Irma berharap animo positif peserta menjadi pijakan untuk melanjutkan program tur edukatif ini secara berkelanjutan. Tujuannya mempererat ikatan antara klub, manajemen, dan suporter.
Salah satu peserta edisi perdana, Rico Yolandra, menilai konsep yang ditawarkan membuka ruang interaksi lebih dekat antara Aremania dan Arema FC. Menurutnya, suporter bisa melihat lebih jauh aktivitas tim di balik sebuah pertandingan.
"Menurut saya, acara ini merupakan program yang bagus dan keren untuk semakin mendekatkan Aremania dengan Arema FC secara keseluruhan. Dengan adanya program seperti ini, Aremania bisa semakin dekat dengan tim maupun manajemen dan bersama-sama bersinergi untuk membawa nama Kota Malang semakin dikenal," katanya.
Rico menyebut program ini mengingatkannya pada stadium tour yang dilakukan sejumlah klub di Eropa. Selama ini, ia dan suporter lain hanya melihat pertandingan dari tribun.
"Melalui program ini, kami bisa melihat sisi lain dan rahasia misalnya di ruang ganti tim dari Arema FC," terangnya.
Dengan 20 peserta di edisi perdana, Arema FC membuka opsi menjadikan tur edukatif ini agenda rutin. Manajemen menilai kedekatan emosional suporter dengan tim menjadi nilai tambah tersendiri, terutama saat digelar menjelang pertandingan kandang.