TANJUNG REDEB — Kepala Diskoperindag Kabupaten Berau, Eva Yunita, menyatakan agenda pembekalan tersebut bukan sekadar pelatihan rutin untuk memperoleh keahlian menjahit. Pemerintah daerah menargetkan lahirnya pelaku industri kreatif dan fesyen berbasis tekstil dari kalangan peserta.
“Pelatihan menjahit ini bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh keterampilan teknis. Lebih dari itu, bagaimana keterampilan ini bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,” tegas Eva Yunita di Tanjung Redeb.
Peserta pelatihan merupakan perwakilan dari enam kelurahan di wilayah Kecamatan Tanjung Redeb. Pemilihan peserta dilakukan agar manfaat program tersebar merata di tingkat kelurahan, bukan menumpuk di satu titik saja.
Diskoperindag Berau menilai prospek ekonomi di industri tekstil dan fesyen lokal masih terbuka lebar. Kebutuhan seragam sekolah, pakaian kerja, busana muslim, baju adat daerah, hingga produk kerajinan tangan bernilai tambah menjadi ceruk pasar yang bisa digarap peserta.
Peserta diimbau mengubah pola pikir dari sekadar bisa menjahit menjadi pengusaha yang mampu mengelola unit bisnis mandiri secara profesional. Perubahan cara pandang itu dinilai kunci agar keterampilan tidak berhenti di level keterampilan semata.
Selain keterampilan memotong dan menjahit kain, Diskoperindag Berau mendorong peserta adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Pemasaran produk diminta tidak lagi terpaku secara konvensional dari rumah ke rumah.
Media sosial, marketplace, dan platform digital lainnya diarahkan menjadi kanal utama untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Cara ini dinilai lebih efektif menjangkau pembeli di luar Tanjung Redeb.
Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen tidak melepas peserta begitu saja usai pelatihan. Diskoperindag siap mengawal keberlanjutan program melalui pendampingan usaha dan fasilitasi akses perizinan.
Peningkatan standar kualitas produk hingga kemudahan akses pembiayaan juga masuk dalam rencana pendampingan. Semua itu diarahkan untuk mewujudkan UMKM Berau yang naik kelas dan berdaya saing tinggi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan sektor UMKM lokal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga Kabupaten Berau.