DPD Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kalimantan Timur menggalang keterlibatan generasi muda untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor. Organisasi kepemudaan ini menekankan bahwa kesadaran masyarakat dibangun sejak dini, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga melaporkan potensi kebakaran. Salah satu program nyata yang dijalankan adalah Pemuda Jelajah Alam di kawasan Balikpapan dan sekitarnya.
SAMARINDA — Ketua DPD Pepelingasih Kaltim Rifki Ade Putra menyatakan bahwa pencegahan karhutla tidak boleh menunggu api muncul. Menurut dia, kesadaran warga untuk tidak membakar lahan sembarangan, menjaga lingkungan sekitar, dan segera melaporkan potensi kebakaran adalah langkah krusial yang harus dibangun sejak dini.
Rifki menilai Kalimantan Timur saat ini memegang peran strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, aktivitas pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan tanpa dipertentangkan.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak hanya berfokus pada kepentingan jangka pendek tanpa mempertimbangkan kondisi ekologis yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.
Sebagai organisasi kepemudaan, Pepelingasih terus mengajak anak muda mengambil peran nyata sebagai agen perubahan. Aksi pelestarian dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Gerakan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan penghijauan, hingga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.
"Karhutla bukan hanya persoalan ketika api sudah muncul. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan," ujar Rifki di Samarinda, Sabtu.
Salah satu program nyata yang dijalankan organisasi ini adalah Pemuda Jelajah Alam. Kegiatan tersebut berupa menyusuri jalan setapak di hutan kota atau hutan lindung di kawasan Balikpapan dan sekitarnya untuk mengenalkan alam secara langsung kepada pemuda.
Melalui kegiatan itu, peserta tidak hanya mendapat pengalaman lapangan, tetapi juga pemahaman tentang ekosistem yang mereka lindungi. Pendekatan langsung ke alam dinilai lebih efektif menumbuhkan kepedulian dibanding sekadar penyuluhan di ruangan.
Rifki menekankan bahwa penanganan persoalan lingkungan yang luas tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan.
"Kolaborasi harus melibatkan pemerintah, dunia usaha, hingga komunitas agar kesadaran lingkungan merata di semua lapisan masyarakat," imbuhnya.
Ia menilai edukasi yang konsisten menjadi kunci utama agar masyarakat memiliki kewaspadaan tinggi. Warga diharapkan tidak menunggu terjadinya bencana lingkungan untuk bergerak peduli.
Melalui langkah strategis tersebut, Pepelingasih berharap Kalimantan Timur tetap menjadi wilayah yang asri, bersih, dan nyaman bagi kelangsungan hidup generasi masa depan.