SAMARINDA — Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji memanggil PT Pertamina Patra Niaga untuk membahas kendala distribusi dan keterbatasan pasokan BBM yang memicu antrean di sejumlah SPBU wilayah itu. Dari pertemuan tersebut, Patra Niaga menyanggupi mengupayakan kuota aktual penyaluran tahun 2026 mendekati 600.000 kiloliter, lebih tinggi dari kuota resmi Kaltim yang berada di kisaran 510.000 kiloliter.
Pemprov Kaltim sebelumnya mengajukan usulan kuota BBM 2026 sekitar 1 juta kiloliter. Pemerintah pusat menetapkan kuota yang dikabulkan hanya sekitar 50 persen dari angka usulan tersebut.
Selisih antara kebutuhan riil dan kuota penetapan itulah yang membuat antrean kendaraan mengular di banyak SPBU. Seno menyebut penambahan kuota aktual menjadi jalan keluar yang paling mungkin ditempuh dalam waktu dekat.
"Kita minta lebih dari itu. Pihak Patra Niaga mengusahakan kuota aktualnya nanti bisa mencapai sekitar 600.000 KL pada tahun 2026 ini," ujar Seno Aji, Sabtu (10/10/2026).
Keterbatasan kuota BBM berdampak langsung pada iklim investasi sarana pengisian bahan bakar di Kaltim. Sejumlah pengusaha menyatakan minat membangun SPBU baru, tetapi terkendala jaminan pasokan.
Seno menjelaskan, ketidakpastian volume BBM yang diterima membuat operasional SPBU berisiko merugi. Jika kapasitas kuota sebuah SPBU mencapai 10.000 liter sementara pasokan aktual yang datang hanya 5.000 liter, kerugian operasional otomatis mengikuti.
Kondisi itu membuat pengusaha enggan menanam modal di sektor ini. Padahal penambahan SPBU dibutuhkan untuk memecah kepadatan pengisian di titik-titik yang sudah ada.
Pemprov Kaltim mendesak agar masalah disparitas antara kuota penetapan dan realisasi pasokan diselesaikan secara permanen, bukan hanya lewat penyesuaian tahunan. Komitmen penambahan kuota aktual hingga 600.000 kiloliter dari Pertamina Patra Niaga menjadi pijakan awal yang diharapkan berlanjut.
Dengan tambahan itu, Pemprov Kaltim berharap kelangkaan dan antrean panjang BBM tidak lagi terulang di masa mendatang.
"Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik," imbuh Seno.