SAMARINDA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi udara kabur berlangsung sepanjang hari di Samarinda, IKN, Sendawar, Ujoh Bilang, Tanjung Redeb, Tenggarong, Sangatta, Tanah Grogot, Balikpapan, Bontang, dan Penajam. Konsentrasi PM2.5 di Samarinda pagi itu terukur 78,6 mikrogram per meter kubik, angka yang menempatkan kota tersebut dalam kategori tidak sehat.
Tingginya partikel halus di udara berisiko bagi kesehatan, terutama kelompok sensitif. Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan menjadi pihak yang paling rentan terpapar.
Suhu udara wilayah Kaltim dan IKN diprakirakan berkisar 23 hingga 32 derajat Celsius. Suhu tertinggi diprakirakan terjadi di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, yang mencapai 32 derajat Celsius.
Adapun suhu terendah diprakirakan terjadi di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, yakni 23 derajat Celsius. Balikpapan diprakirakan memiliki suhu relatif lebih rendah, yakni 26-28 derajat Celsius, dengan kelembapan 74-84 persen.
Konsentrasi PM2.5 sebesar 78,6 µg/m³ menunjukkan tingginya partikel halus di udara yang dapat berdampak pada kesehatan. Partikel berukuran sangat kecil ini mampu menembus saluran pernapasan hingga ke paru-paru.
Kelompok sensitif perlu mendapat perhatian lebih saat kualitas udara memburuk. Warga Kaltim disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat.
Menutup jendela saat udara luar tercemar menjadi salah satu langkah sederhana yang dianjurkan. Warga juga disarankan menggunakan masker respirator seperti N95 atau KN95 jika harus beraktivitas di luar.
Prakiraan BMKG menunjukkan kondisi udara kabur berlangsung sepanjang hari di sejumlah kota utama Kaltim. Samarinda dan IKN termasuk wilayah yang terdampak.
Ringkasan prakiraan cuaca kota-kota utama di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur dapat menjadi acuan warga dalam merencanakan aktivitas, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan rentan.