Disdikbud Samarinda Dorong 1.500 Guru Kuasai Aplikasi Digital Tanpa Bergantung Rekan Kerja

Penulis: Prayoga Santana  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05:16:01 WIB
Disdikbud Samarinda menggelar pelatihan peningkatan kompetensi digital bagi guru dan ASN pendidikan.

SAMARINDA — Disdikbud Samarinda menilai penguasaan sistem digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari pekerjaan tenaga pendidik. Berbagai aplikasi dipakai mulai dari penyusunan laporan hingga perencanaan dan pengawasan kegiatan pendidikan.

Eko Suprayetno menyebut perkembangan teknologi membuat penguasaan sistem digital semakin dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas. Guru dituntut bisa menyesuaikan diri dengan aplikasi yang menunjang pekerjaan sehari-hari.

“Sekarang penguasaan teknologi memang sudah menjadi kebutuhan mutlak. Kalau tidak bisa mengikuti perkembangannya, tentu kita akan tertinggal,” ungkap Eko di Samarinda, Jumat, 16 Oktober 2026.

Pelatihan Melibatkan BPMP dan BKPSDM

Disdikbud Samarinda telah menggelar pelatihan peningkatan kompetensi dengan melibatkan sejumlah instansi. Di antaranya Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Kegiatan tersebut menyasar guru dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pendidikan. Peserta diharapkan semakin terbiasa menggunakan berbagai perangkat digital, termasuk aplikasi yang mendukung administrasi dan pelayanan pendidikan.

Menurut Eko, peningkatan kemampuan ini penting agar kendala teknis tidak terus berulang hanya karena tenaga pendidik belum memahami cara menggunakan aplikasi tertentu.

“Kami ingin seluruh guru di Samarinda bisa mengoperasikan dan beradaptasi dengan teknologi secara mandiri, baik aplikasi yang dikembangkan kementerian maupun yang digunakan oleh Pemkot Samarinda,” katanya.

Kenapa Kemandirian Digital Jadi Sorotan

Kemampuan menggunakan teknologi secara mandiri berkaitan langsung dengan kelancaran pekerjaan. Ketika guru terlalu bergantung pada pegawai lain yang lebih memahami aplikasi, penyelesaian tugas berisiko terhambat apabila bantuan tersebut tidak tersedia.

Eko menyebut kemampuan tenaga pendidik dalam menggunakan teknologi masih beragam. Perbedaan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar seluruh guru dapat menjalankan tugas sesuai perkembangan sistem kerja yang semakin terdigitalisasi.

Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan kini mencakup berbagai kebutuhan. Mulai dari penyusunan laporan hingga perencanaan dan pengawasan kegiatan.

Harapan ke Depan

Disdikbud Samarinda berharap peningkatan keterampilan tersebut dapat dirasakan seluruh guru. Dengan kemampuan digital yang lebih merata, tenaga pendidik diharapkan dapat menjalankan tugas secara lebih efektif sekaligus mengikuti perubahan sistem pendidikan.

Pelatihan bersama BPMP dan BKPSDM menjadi langkah awal agar kendala teknis tidak lagi berulang. Guru di Samarinda diharapkan mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri, baik yang dikembangkan kementerian maupun yang digunakan Pemkot Samarinda.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: insitekaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top