BONTANG — Warna air yang semula diduga hanya akibat aktivitas pengerukan sungai ternyata ditemukan juga di titik-titik yang jauh dari area keruk. Penelusuran kelurahan di perbatasan Bontang Kuala dengan Kelurahan Api-Api memastikan kondisi serupa muncul di sepanjang aliran.
Ardiansyah menyatakan laporan warga masuk pada Minggu, sehari sebelum peninjauan langsung dilakukan. Pihaknya menindaklanjuti temuan itu dengan menyusuri aliran sungai pada Selasa (20/10/2026) pagi.
"Kemarin dapat laporan. Hari ini kami tindaklanjuti. Rupanya semua dari hulu sampai hilir di Bontang Kuala," ucap Ardiansyah, Selasa (20/10/2026) pagi.
Dugaan pertama mengarah pada aktivitas pengerukan sungai. Namun penelusuran lanjutan mematahkan asumsi itu karena air menghitam juga ditemukan di lokasi yang berjauhan dari area keruk.
Ardiansyah menyebut pihak kelurahan belum bisa memastikan pemicu perubahan warna. Kekhawatiran terbesar, kata dia, perubahan itu berasal dari kontaminasi cairan yang mengandung logam berat atau tidak.
"Kami khawatirkan karena pencemaran. Jadi kami imbau jangan gunakan dan beraktivitas di sungai untuk sementara waktu," sambungnya.
Selain perubahan warna, reportase di kawasan Jalan Jetski, Kelurahan Api-Api, menemukan sungai mengalami pendangkalan. Dua gejala itu muncul bersamaan di aliran yang sama.
Warga yang biasa memanfaatkan air sungai untuk keperluan rumah tangga maupun aktivitas lain diminta menahan diri sampai ada kejelasan. Imbauan berlaku di seluruh aliran yang melintasi Bontang Kuala, bukan hanya di satu titik.
Informasi temuan ini telah diteruskan kepada Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Bontang, Suryadi. Pesan singkat yang dikirim sejak Senin (19/10/2026) belum mendapat respons hingga Selasa pagi.
Tanpa hasil uji laboratorium, penyebab pasti air menghitam masih terbuka. Pemeriksaan sampel air menjadi kunci untuk memastikan apakah perubahan warna murni akibat sedimen, limbah domestik, atau kontaminasi logam berat.
Kelurahan Bontang Kuala memastikan penelusuran tidak berhenti di perbatasan Api-Api. Warga yang menemukan aliran menghitam di titik lain diminta melapor agar pemetaan sumber pencemaran bisa lebih cepat dilakukan.