SAMARINDA — Kepengurusan baru PBSI Kaltim periode 2025–2029 langsung mendapat pekerjaan rumah besar dari ketua umum yang juga Bupati PPU, Mudyat Noor. Dalam sambutannya, ia mendorong pengurus untuk membawa turnamen bulu tangkis level nasional ke Benua Etam dalam empat tahun ke depan.
Tak hanya itu, turnamen tingkat provinsi juga bakal diperkuat. Mudyat menyebut langkah ini bagian dari pembinaan atlet usia dini sekaligus pencarian bibit unggul daerah. “Kami berharap kepengurusan baru PBSI Kaltim dapat menjadi wadah yang solid dalam membangun ekosistem olahraga bulu tangkis yang profesional, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi,” kata Mudyat.
Pusat Pelatihan Provinsi Jadi Prioritas
Selain agenda turnamen, PBSI Kaltim juga berencana membangun pusat pelatihan (training center) provinsi. Mudyat menekankan bahwa fasilitas pembinaan yang memadai menjadi faktor krusial untuk meningkatkan kualitas atlet daerah.
Pusat pelatihan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet secara terstruktur dan berkelanjutan. “Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pengurus, kami optimistis PBSI Kaltim dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Timur di berbagai ajang bergengsi,” tutup Mudyat.
Sinergi Bukan Sekadar Seremoni
Dalam sambutannya, Mudyat yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PBSI Kaltim menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak bisa berjalan sendiri. Ia menyebut sinergi dan kolaborasi antara pengurus, pelatih, atlet, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan mutlak diperlukan.
“Kerja sama itu penting agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkesinambungan dan mampu melahirkan prestasi nyata,” ujar Mudyat.
Mukerprov 2026 Dihadiri Seluruh Cabang
Pelantikan pengurus baru itu berbarengan dengan Mukerprov PBSI Kaltim Tahun 2026. Acara dihadiri para pengurus cabang PBSI kabupaten/kota, pelatih, atlet, serta sejumlah tamu undangan. Forum ini menjadi ajang awal untuk menyelaraskan program kerja kepengurusan baru ke depan.
Dengan kepengurusan yang baru dilantik, PBSI Kaltim dihadapkan pada target ambisius: menghadirkan event nasional dan membangun pusat pelatihan. Jika terealisasi, atlet bulu tangkis asal Kaltim tak lagi harus jauh-jauh berlatih ke luar daerah untuk mengejar prestasi nasional maupun internasional.