Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa di tengah keterbatasan fiskal, belanja wajib atau mandatory spending pada sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Dua sektor ini merupakan pelayanan dasar yang tidak boleh terganggu meskipun ada pengurangan dana dari pusat.
“Yang paling utama adalah memastikan belanja wajib seperti pendidikan dan kesehatan tetap terpenuhi,” ujar Bagus, Minggu (19/7/2026).
Evaluasi Anggaran Dilakukan Sejak Triwulan Pertama
Bagus meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian anggaran. Evaluasi terhadap realisasi pendapatan dan belanja harus dilakukan secara berkala, dimulai sejak triwulan pertama.
“Kalau ada indikasi target pendapatan tidak tercapai, maka penyesuaian belanja bisa segera dilakukan sehingga tidak menjadi persoalan di akhir tahun,” jelasnya.
Perencanaan yang matang, menurutnya, akan menjaga APBD tetap sehat sehingga seluruh program prioritas dapat berjalan sesuai rencana.
Retribusi Parkir dan Pajak Daerah Jadi Andalan PAD
Untuk mengompensasi penurunan dana transfer, Pemerintah Kota Balikpapan akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sejumlah OPD telah diminta mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan yang dimiliki.
Dinas Perhubungan didorong memaksimalkan retribusi parkir, sementara Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) terus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dari berbagai sektor.
“Semua potensi pendapatan harus digali secara maksimal. Jangan sampai ada sumber pendapatan yang belum dimanfaatkan secara optimal,” kata Bagus.
Tapping Box dan Transaksi Non-Tunai Cegah Kebocoran
Pemkot juga memperkuat sistem pengawasan penerimaan pajak daerah melalui penerapan transaksi non-tunai (cashless) dan penggunaan tapping box di hotel, restoran, serta tempat usaha lainnya.
“Seluruh transaksi dapat tercatat secara elektronik. Sistem ini membuat penerimaan pajak lebih transparan, lebih akuntabel, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah,” ungkap Bagus.
Ia optimistis kombinasi antara pengendalian belanja, optimalisasi PAD, serta penguatan sistem pengawasan pajak mampu menjaga kesehatan fiskal Kota Balikpapan di tengah tantangan penurunan dana transfer pemerintah pusat.