BONTANG — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang terus menggencarkan program “Jemput Bola” untuk memvalidasi data kependudukan. Hingga pekan ini, petugas sudah menyambangi tujuh kelurahan dari total 15 target yang direncanakan secara bertahap.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Bontang, Reni Eka Wahyuni, mengatakan program ini menyasar pemutakhiran empat elemen data di Kartu Keluarga yang kerap luput dari perhatian warga. Keempat elemen itu adalah tingkat pendidikan, golongan darah, pekerjaan, dan status perkawinan.
Mengapa Empat Elemen Data Ini Krusial?
Reni menjelaskan, banyak data warga yang tidak sinkron dengan kondisi terkini. Misalnya, anak yang sudah lulus SMA atau bahkan sudah bekerja, tetapi di KK masih tercatat sebagai pelajar SD.
“Perbedaan ini membuat jarak data kita dengan Dinas Pendidikan menjadi jauh. Inilah yang mau kita sinkronkan agar valid,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).
Pondok Pasilan: Solusi bagi Warga Sibuk
Bagi warga yang tidak bisa hadir ke kelurahan saat jam kerja, Disdukcapil menyediakan aplikasi Pelayanan Online Dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, atau yang disebut Pondok Pasilan. Layanan ini bisa diakses kapan saja secara mandiri.
“Warga yang terhalang pekerjaan tidak perlu khawatir. Pemutakhiran data atau pengurusan dokumen kependudukan kini bisa diakses kapan saja,” jelas Reni.
Jadwal dan Target Kelurahan
Dari 15 kelurahan yang menjadi target, Disdukcapil telah menjadwalkan delapan kelurahan secara pasti. Salah satu yang akan dikunjungi berikutnya adalah Kelurahan Berbas Tengah. Sisanya masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak kelurahan setempat.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk menciptakan data kependudukan yang akurat dan terintegrasi. Data yang valid menjadi dasar berbagai kebijakan, mulai dari penyaluran bantuan sosial hingga perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan.