BALIKPAPAN — Kevin De Bruyne mengakui laga pertama di Piala Dunia selalu punya tingkat kesulitan tersendiri. Gelandang Manchester City itu menyebut timnya harus mewaspadai kekuatan Mesir yang tidak hanya bertumpu pada Mohamed Salah.
“Pertandingan pertama selalu rumit dan laga melawan Mesir pasti akan menjadi pertandingan yang berat,” kata De Bruyne dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Di balik tensi pertandingan yang diprediksi sengit, De Bruyne mengaku antusias bisa kembali berhadapan dengan Salah. Keduanya sudah sering bertemu sejak masih sama-sama berkarier di Liga Inggris.
“Akan menyenangkan bertemu Salah lagi. Saya mengenalnya dengan sangat baik. Selama sekitar 10 tahun kami sering berhadapan, anak-anak kami pernah bersekolah di tempat yang sama dan kami sesekali masih berkomunikasi. Dia sosok yang sangat baik dan menyenangkan bisa kembali bersaing dengannya seperti dulu,” ujarnya.
Pelatih Belgia: Kami Lawan di Lapangan, Sahabat di Luar
Pelatih Belgia Rudi Garcia menilai Salah tetap menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan timnya. Namun, ia mengingatkan bahwa Mesir bukan sekadar tim satu pemain.
“Salah adalah pemain fantastis dan yang terpenting dia pribadi yang luar biasa. Kami tentu akan saling menyapa sebelum pertandingan, tetapi selama laga berlangsung kami adalah lawan,” kata Garcia.
Menurut Garcia, Mesir juga memiliki Omar Marmoush yang tak kalah berbahaya. Ia menegaskan timnya harus fokus pada kekuatan sendiri ketimbang hanya memikirkan cara menghentikan pemain lawan.
“Mesir memiliki kualitas yang berbeda dan dua pemain hebat seperti Salah dan Marmoush. Namun kami harus fokus pada siapa diri kami dan apa yang bisa kami lakukan,” ujarnya.
Mesir Datang untuk Meninggalkan Jejak, Bukan Sekadar Pelengkap
Di kubu Mesir, winger Mahmoud Hassan atau Trezeguet mengaku bangga bisa kembali merasakan atmosfer Piala Dunia. Ini menjadi turnamen kedua baginya setelah edisi 2018 di Rusia.
“Saya sangat antusias karena ini adalah Piala Dunia kedua saya. Saya berharap kami bisa meraih sesuatu yang besar dan membuat negara kami bangga,” katanya.
Trezeguet menambahkan bahwa tampil di panggung terbesar sepak bola dunia adalah impian setiap pemain. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk Mesir.
Pelatih Mesir Hossam Hassan memastikan timnya tidak datang hanya untuk meramaikan Grup G. Ia mengakui kualitas Belgia yang diisi pemain kelas dunia, namun yakin timnya punya daya saing.
“Kami memahami kualitas Belgia. Mereka memiliki banyak pemain internasional, tetapi kami juga memiliki pemain-pemain penting, bukan hanya Salah dan Marmoush,” kata Hassan.
Hassan menegaskan target Mesir lebih dari sekadar hasil positif di turnamen ini. Ia ingin membangun fondasi untuk masa depan sepak bola negaranya.
“Kami ingin meninggalkan jejak dan membangun sesuatu yang ambisius untuk masa depan,” ujarnya.