Pencarian

Armada Bus Listrik Sekolah AS Buktikan V2G Mampu Selamatkan Jaringan Listrik Saat Gelombang Panas

Senin, 06 Juli 2026 • 16:05:01 WIB
Armada Bus Listrik Sekolah AS Buktikan V2G Mampu Selamatkan Jaringan Listrik Saat Gelombang Panas
Armada bus listrik sekolah AS dengan teknologi V2G membantu menjaga stabilitas jaringan listrik saat gelombang panas.

KALIMANTAN TIMUR — Gelombang panas yang melanda AS pekan lalu menjadi ujian nyata pertama bagi integrasi kendaraan listrik dengan jaringan listrik. Hasilnya di luar dugaan para kritikus yang sebelumnya khawatir lonjakan jumlah EV akan memicu pemadaman. Data dari World Resources Institute (WRI) menunjukkan armada bus sekolah listrik yang sudah beroperasi penuh dengan sistem V2G justru menjadi penopang saat beban puncak.

Kapasitas 8 MWh untuk Meredam Beban Puncak

Proyek V2G yang tersebar di berbagai negara bagian itu melibatkan 230 unit bus sekolah listrik. Total daya yang bisa dikembalikan ke jaringan mencapai 8 MWh setiap saat. Angka ini setara dengan kebutuhan listrik 1.600 rumah tangga di AS selama empat jam nonstop.

“Ini masih sangat awal,” ujar Steve Letendre, penasihat senior Vehicle Grid Integration Council. “Tapi bus sekolah akan menjadi tulang punggung kapasitas V2G yang sangat penting.”

California Paling Gencar, Oakland Jadi Proyek Terbesar

California memimpin adopsi teknologi V2G pada bus sekolah di AS. Proyek terbesarnya berada di Oakland Unified School District yang mengoperasikan 74 unit bus. Dalam setahun, armada ini mengembalikan 2,1 GWh energi bersih ke jaringan listrik negara bagian.

San Francisco bersiap melampaui angka itu. Unified School District setempat akan meluncurkan proyek baru bulan depan dengan 104 bus yang diperkirakan mengembalikan 3 GWh energi per tahun. Jumlah itu direncanakan berlipat ganda menjadi lebih dari 238 unit pada 2028.

Skala Lebih Besar Bisa Tekan Tarif Listrik Warga

Potensi V2G masih jauh dari maksimal. Jika setengah dari 6.700 bus listrik yang sudah beroperasi di jalanan AS ikut serta, kapasitas energi fleksibel yang tersedia saat beban puncak bisa melebihi 100 MWh. Pasokan ini tidak hanya memperkuat jaringan, tapi juga menekan biaya listrik konsumen.

Utilitas tidak perlu lagi membeli listrik mahal di pasar grosir saat darurat. Biaya transmisi dan distribusi yang lebih rendah pada akhirnya bisa diteruskan ke pelanggan dalam bentuk tarif yang lebih murah.

Bisa Jadi Pos Evakuasi Saat Bencana

Manfaat V2G tidak berhenti di penghematan biaya. Angie White-Banda, pengawas transportasi Glades County School District di Florida, menjelaskan skenario darurat. “Jika ada badai dan listrik padam, kami bisa membawa bus ke lokasi tertentu. Warga bisa mengisi daya ponsel, masuk ke dalam bus, duduk, dan mendinginkan diri dengan AC,” katanya.

Fungsi darurat ini menjadikan bus listrik bukan sekadar alat transportasi, melainkan aset komunitas yang hidup sepanjang waktu—bahkan saat libur sekolah sekalipun.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks