BONTANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kalimantan Timur telah menembus angka Rp6,5 triliun. Di balik capaian tersebut, Kepala OJK Kaltimtara mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi yang kerap menyasar para penerima KUR.
579.459 Kasus Penipuan Sejak 2024, Ini Imbauan OJK
Kepala OJK Kaltimtara mengungkapkan bahwa sejak tahun 2024, tercatat ada 579.459 kasus penipuan yang terjadi. Angka ini menjadi alarm bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang baru menerima akses permodalan melalui KUR.
“Kami meminta warga untuk segera melapor jika menemukan atau mengalami indikasi penyalahgunaan data pribadi,” ujar Kepala OJK Kaltimtara dalam keterangannya, dikutip baru-baru ini. Pihaknya menekankan bahwa data pribadi seperti nomor induk kependudukan dan informasi perbankan sangat rawan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Satgas PASTI Diminta Gencar Edukasi Warga
OJK Kaltimtara juga membuka data terkait langkah preventif yang telah dijalankan. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) diminta untuk lebih gencar melakukan edukasi kepada warga, terutama di daerah-daerah dengan tingkat penyaluran KUR yang tinggi.
Edukasi ini bertujuan agar penerima KUR tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman online ilegal atau skema investasi bodong yang kerap memanfaatkan data pribadi korban. Warga diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima melalui saluran resmi OJK.
Langkah Selanjutnya: Lapor Jika Mencurigakan
Bagi warga Kalimantan Timur yang merasa data pribadinya disalahgunakan, OJK Kaltimtara meminta agar segera melapor ke pihak berwajib atau menghubungi kontak resmi OJK. Langkah cepat ini dinilai penting untuk meminimalisir kerugian yang lebih besar.
Dengan total penyaluran KUR yang mencapai Rp6,5 triliun, pengawasan terhadap keamanan data nasabah menjadi prioritas utama. OJK berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan perbankan dan instansi terkait guna memastikan program KUR berjalan aman dan tepat sasaran.