KALIMANTAN TIMUR — Mungkin Bunda sering bertanya-tanya, kenapa ya si kecil suka sekali mengumpulkan barang-barang yang menurut kita tidak berguna? Mulai dari kerikil, ranting, sampai mainan kecil yang sudah rusak. Tenang, Bunda, ini adalah fase yang normal dan bahkan baik untuk perkembangannya.
Bukan Sekadar Barang Bekas, Ini Ekspresi Diri dan Eksplorasi
Menurut psikolog Leslie Taylor, PhD, kebiasaan ini adalah bentuk eksplorasi dan ekspresi diri. "Anak yang mengumpulkan bulu mungkin tertarik pada burung, warna, atau tekstur lembut. Anak yang menyusun mobil mainan mungkin tertarik pada kecepatan atau bagaimana sesuatu bergerak," jelasnya dikutip dari laman Parade.
Lewat koleksinya, anak-anak sedang belajar tentang dunia di sekitar mereka. Mereka memperhatikan kesamaan, perbedaan, dan bagaimana benda-benda itu cocok dengan gambaran dunia mereka yang sedang berkembang.
Melatih Keterampilan Kognitif dan Matematika Mini
Jangan remehkan tumpukan batu di meja belajar si kecil. Asisten profesor ECE Rasmussen, Joni Kuhn, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah laboratorium matematika mini. "Ketika anak-anak mengoleksi barang, bagi saya itu berarti mereka sedang mengembangkan minat dan keterampilan kognitif mereka," ujarnya dikutip dari laman resmi Rasmussen University.
Anak-anak secara alami akan menyortir koleksinya berdasarkan ukuran, warna, atau bentuk. Mereka membuat "keluarga" berdasarkan warna atau memisahkan batu kasar dari batu halus. Proses ini membangun fondasi keterampilan matematika dan logika tanpa mereka sadari.
Menenangkan Diri dan Memberi Rasa Kendali
Kuhn juga menambahkan ada lapisan emosional dalam proses mengoleksi. "Mengumpulkan barang memberi anak-anak rasa kendali. Ini dapat membantu mereka merasa aman," lanjutnya. Seorang anak yang dengan hati-hati menyusun penghapus atau menyimpan benda khusus di mejanya mungkin menggunakan rutinitas itu untuk menenangkan diri sebelum beraktivitas.
Koleksi menjadi semacam jangkar emosional yang membuat mereka merasa lebih percaya diri menghadapi hari.
Kapan Kebiasaan Ini Perlu Diwaspadai?
Penting bagi Bunda untuk membedakan antara mengoleksi dan menimbun (hoarding). Menurut Taylor, sebuah koleksi memiliki koherensi tematik. Anak-anak biasanya bangga dan ingin membagikan koleksinya dengan orang lain. Mereka bisa bercerita panjang lebar tentang kapan dan di mana barang itu ditemukan.
Sebaliknya, anak yang menimbun cenderung mengumpulkan barang apa pun tanpa organisasi, dan mungkin merasa cemas jika barangnya disentuh. Jika Bunda melihat tanda-tanda ini, konsultasikan dengan psikolog anak untuk penanganan lebih lanjut.
Pada dasarnya, tumpukan harta karun kecil di sudut kamar si kecil adalah bagian normal dari proses tumbuh kembang. Daripada melarang, Bunda bisa membantu mereka mengelola koleksinya dengan menyediakan kotak atau rak khusus. Dengan begitu, si kecil tetap bisa belajar sambil bermain, dan rumah pun tetap rapi.