Pencarian

Bijak Menggunakan Gadget pada Anak: Panduan Pendampingan dan Sinergi Orang Tua-Guru

Minggu, 02 Agustus 2026 • 07:38:31 WIB
Bijak Menggunakan Gadget pada Anak: Panduan Pendampingan dan Sinergi Orang Tua-Guru
Mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga memberikan penyuluhan pendampingan penggunaan gadget kepada ibu-ibu PKK di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan.

KALIMANTAN TIMUR — Rasa khawatir itu wajar, Bun. Di era serba digital, anak-anak bisa mengakses ribuan konten hanya dalam satu sentuhan layar. Meski gadget menawarkan manfaat sebagai media belajar, tanpa pendampingan yang tepat, dampak negatifnya bisa mengganggu perkembangan sosial, emosional, bahkan akademik anak. Kabar baiknya, para orang tua di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, baru saja mendapatkan edukasi khusus tentang hal ini.

Kegiatan yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga ini mengangkat tema "Bijak Bermedia Digital, Harmonis Berkomunikasi". Dihadiri oleh ibu-ibu PKK, acara ini bertujuan membekali orang tua dengan strategi praktis mendampingi anak di dunia digital, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pihak sekolah.

Mengapa Pendampingan Gadget Tidak Boleh Ditunda?

Banyak orang tua mengira memberikan gadget adalah solusi agar anak tenang. Padahal, kebiasaan ini bisa menjadi bumerang jika tidak diimbangi aturan yang jelas. Dalam penyuluhan tersebut, para mahasiswa menekankan bahwa keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan aktivitas fisik sangatlah penting.

Peserta diajak untuk memahami cara memilih konten yang aman dan edukatif, serta mendorong anak lebih banyak berinteraksi langsung dengan keluarga. Membatasi durasi penggunaan sesuai usia juga menjadi poin utama yang disorot. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, bukan hanya cerdas secara akademis tetapi juga sehat secara emosional.

Kunci Sukses: Membangun Sinergi Orang Tua dan Guru

Urusan mendidik anak bukan hanya tugas sekolah, dan bukan pula beban orang tua seorang diri. Komunikasi yang terbuka antara kedua pihak ini menjadi fondasi penting untuk memantau perkembangan karakter dan perilaku anak. Ketika orang tua dan guru saling bertukar informasi, permasalahan yang dihadapi anak bisa terdeteksi lebih awal sehingga solusi dapat dirumuskan bersama-sama.

Sesi diskusi dalam kegiatan ini berlangsung hangat dan interaktif. Banyak ibu yang berbagi cerita tentang tantangan mereka sehari-hari, mulai dari kesulitan menarik anak dari layar gadget hingga cara membangun komunikasi dengan wali kelas. Ruang berbagi ini menjadi ajang bertukar pengalaman sekaligus mencari solusi yang bisa langsung diterapkan di rumah.

Pengakuan Peserta: "Selama Ini Saya Salah Kaprah"

Salah satu peserta, Ibu Siti, mengaku mendapat banyak pencerahan setelah mengikuti kegiatan ini. "Selama ini saya mengira memberikan gadget adalah cara agar anak lebih tenang. Setelah mengikuti penyuluhan ini, saya jadi memahami bahwa pendampingan dan pembatasan waktu penggunaan gadget sangat penting," ujarnya. Ia juga berkomitmen untuk lebih aktif berkomunikasi dengan guru agar perkembangan anak dapat dipantau bersama.

Perwakilan mahasiswa KKN-BBK 8 UNAIR menegaskan bahwa anak membutuhkan lingkungan yang mendukung agar tumbuh optimal. "Penggunaan gadget yang bijak harus diimbangi dengan komunikasi yang harmonis antara orang tua dan guru," jelas mereka. Dengan begitu, kedua pihak dapat bekerja sama memberikan pengasuhan dan pendidikan terbaik bagi anak.

Apa Langkah Selanjutnya?

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian masyarakat yang mendukung terciptanya lingkungan peduli terhadap tumbuh kembang anak. Harapannya, sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat semakin kuat dalam mendampingi anak menghadapi tantangan era digital.

Ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Jadi, sudah saatnya kita bergerak bersama, bukan saling menyalahkan. Mulai dari rumah, dengan aturan main yang jelas, dan dilanjutkan dengan komunikasi yang hangat bersama guru di sekolah.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: unair.ac.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks