SAMARINDA — Langkah deteksi dini penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan kembali digencarkan. Pemkot Samarinda dan Rutan Kelas I Samarinda menggelar pemeriksaan kesehatan terpadu yang menyasar warga binaan dan petugas, Senin lalu, dengan fokus utama pada skrining tuberkulosis.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyebut skrining menyeluruh ini merupakan bentuk nyata pemenuhan hak dasar warga negara yang dijamin konstitusi, tanpa memandang status hukum seseorang.
"Saya menyambut baik pelaksanaan skrining TBC secara menyeluruh ini. Langkah ini menunjukkan bahwa upaya menjaga kesehatan tidak hanya berpusat pada masyarakat umum, tetapi juga menjangkau kelompok yang memiliki risiko penularan lebih tinggi," ujar Saefuddin saat membuka kegiatan di halaman Rutan Kelas I Samarinda.
Antisipasi Penyebaran: Isolasi Langsung Jika Ada yang Terindikasi
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini adalah wujud kepedulian bersama terhadap klaster pemasyarakatan yang rentan terhadap penularan penyakit.
Sebagai langkah antisipasi, pihak rutan telah menyiapkan protokol khusus. Jika ditemukan warga binaan yang terindikasi mengidap TBC, maka yang bersangkutan akan langsung diisolasi dan diberikan pengobatan intensif agar penularan tidak meluas ke penghuni lain.
Warga Binaan Antusias Ikut Pemeriksaan
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh warga binaan yang mengikuti agenda ini. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini. Saefuddin juga mengajak warga binaan untuk aktif menerapkan pola hidup sehat, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga mengonsumsi makanan bergizi.
Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi modal utama bagi warga binaan untuk mengikuti program pembinaan secara optimal. Hal ini penting demi mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah mereka bebas nanti.
Endang berharap program pemeriksaan kesehatan terpadu seperti ini dapat terus berjalan secara berkala. Tujuannya jelas, menjaga stabilitas kesehatan di lingkungan rutan secara berkelanjutan dan memutus rantai penularan penyakit menular.