SAMARINDA — Langkah antisipasi ini diakselerasi menyusul mulai bermunculannya titik api di sejumlah kawasan, termasuk dua kali kebakaran yang menghanguskan sekitar lima hektare lahan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang masuk wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pelaksana Tugas Kepala Dishut Kaltim Rusmadi menegaskan kelancaran logistik dan sarana prasarana menjadi penentu efektivitas tim gabungan di garis depan. "Untuk memastikan kelancaran tersebut, kami bakal memanfaatkan skema pendanaan karbon. Dinas Kehutanan sendiri mendapatkan alokasi dana Forest Carbon Partnership Facility sekitar Rp19 miliar, yang tentu diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan operasional petugas pengamanan hutan," katanya di Samarinda, Senin.
Perlengkapan Anti-Api dan Tandon Lipat Disiapkan
Penanganan darurat tidak hanya bertumpu pada personel Polisi Kehutanan (Polhut). Dishut Kaltim telah memobilisasi kekuatan akar rumput dengan melibatkan lebih dari 5.000 anggota MPA di berbagai wilayah rawan.
Untuk menjamin keselamatan para relawan saat berhadapan langsung dengan kobaran api, pemerintah telah memfasilitasi kelengkapan pelindung diri. Mulai dari pakaian anti-api, topi pelindung, ketersediaan obat-obatan, hingga peralatan pendukung teknis lainnya.
Menghadapi tantangan geografis dan mengeringnya sumber air saat puncak kemarau, petugas di lapangan menyiasati dengan menggunakan tandon lipat di area-area rawan kebakaran. "Sementara untuk area yang tidak terjangkau oleh tim darat, akan dibantu menggunakan helikopter dari BPBD," kata Rusmadi.
Penyebab Kebakaran di Tahura IKN: Kelalaian Manusia
Berkaca pada karhutla di Tahura Bukit Soeharto, api berhasil dipadamkan secara total berkat gerak cepat tim gabungan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tahura, KPH Meratus, Manggala Agni, serta BPBD kabupaten dan provinsi.
Berdasarkan evaluasi lapangan, penyebab utama kebakaran masih didominasi oleh faktor kelalaian manusia. "Masyarakat sekitar membuka lahan pertanian dengan cara membakar pada sore hari lalu meninggalkannya, sehingga sebaran api meluas," ungkap Rusmadi.
Sinergi TNI-Polri dan Rapat Koordinasi di Kantor Gubernur
Demi menekan risiko kejadian serupa terus berulang, Dishut Kaltim memperkuat sinergi pengamanan bersama TNI dan Polri. Pihaknya juga segera menggelar rapat koordinasi khusus penanganan karhutla di kantor gubernur untuk merumuskan langkah penanggulangan lanjutan.