Pencarian

111 Kasus Gigitan Ular dan Sengatan Tawon di Kaltim Sepanjang 2026, Dinkes Siagakan Stok Serum di Seluruh Faskes

Jumat, 21 Agustus 2026 • 15:39:02 WIB
111 Kasus Gigitan Ular dan Sengatan Tawon di Kaltim Sepanjang 2026, Dinkes Siagakan Stok Serum di Seluruh Faskes
Petugas medis menyiapkan logistik penawar bisa di fasilitas kesehatan Kalimantan Timur sebagai respons atas 111 kasus gigitan ular dan sengatan tawon sepanjang 2026.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit umum daerah siaga menangani korban serangan satwa berbisa, menyusul tercatatnya 111 kasus gigitan hewan dan tumbuhan beracun sepanjang tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 55 insiden merupakan sengatan tawon dan 49 kasus lainnya adalah gigitan ular. Instruksi penyiagaan tenaga medis beserta logistik penawar bisa ini dikeluarkan seiring tingginya laporan insiden di wilayah pinggiran, khususnya Kabupaten Berau dan Kota Samarinda.

SAMARINDA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dari tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan untuk menyiagakan tenaga medis dan logistik penawar bisa. Langkah ini diambil sebagai respons atas dominasi kasus gawat darurat akibat serangan hewan berbisa yang merebak di sejumlah daerah pinggiran sepanjang tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menegaskan kesiapan sarana medis menjadi prioritas pemerintah daerah. "Kami telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan dari tingkat pertama hingga rujukan untuk selalu menyiagakan tenaga medis beserta logistik penawar bisa," ujarnya di Samarinda, Jumat.

55 Insiden Sengatan Tawon Mendominasi Laporan Darurat

Berdasarkan rekapitulasi sistem pelaporan Dinkes Kaltim, terdapat 111 kasus penyakit akibat gigitan hewan dan tumbuhan berbisa sepanjang tahun 2026. Angka ini menunjukkan bahwa konflik antara manusia dan satwa liar menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.

"Mayoritas laporan kasus gawat darurat yang masuk sangat didominasi oleh 55 insiden sengatan tawon serta 49 kejadian gigitan ular," papar Jaya Mualimin.

Berau dan Samarinda Jadi Wilayah Rawan Tertinggi

Kabupaten Berau dan Kota Samarinda tercatat sebagai dua wilayah yang secara konsisten paling banyak melaporkan temuan insiden darurat medis akibat serangan makhluk berbisa. Di pesisir Berau, Puskesmas Tanjung Batu dan Puskesmas Tubaan sebelumnya telah merespons cepat perawatan warga yang mendadak menjadi korban sengatan tawon.

"Kecepatan penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama sangatlah krusial untuk mencegah tingkat fatalitas sebelum pasien itu dirujuk menuju rumah sakit daerah," tambahnya.

RSUD Abdul Rivai Buktikan Peran Vital Serum Anti-Bisa Ular

Peran rumah sakit rujukan daerah seperti RSUD Abdul Rivai terbukti vital dalam menyelamatkan nyawa pasien bergejala kritis. Rumah sakit di ujung utara Kaltim tersebut sukses menangani pasien korban gigitan ular berbisa yang mengalami gejala nekrosis sistemik melalui prosedur medis terpadu.

"Tindakan pemberian serum anti-bisa ular telah berhasil menekan risiko komplikasi mematikan secara efektif pada sejumlah pasien dengan kondisi tingkat keparahan yang tinggi," kata Jaya.

Integrasi Data Rekam Medis untuk Distribusi Logistik ke Pelosok

Pemerintah tingkat provinsi kini mengoptimalkan sistem pendataan terpadu guna memetakan wilayah kerawanan konflik satwa tertinggi. Integrasi pencatatan rekam medis pasien akan membantu instansi pemerintah mendistribusikan stok logistik penawar racun secara merata langsung menuju daerah pelosok.

Jaya Mualimin mengimbau seluruh warga agar segera mendatangi fasilitas medis terdekat saat terkena gigitan satwa liar. "Kami selalu mengimbau seluruh warga agar segera mendatangi fasilitas medis terdekat dan sangat menghindari metode penanganan tradisional saat tanpa sengaja terkena gigitan satwa liar," ujarnya.

Upaya pengendalian dan mitigasi berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan jaminan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang bermukim berdampingan dengan bentang kawasan hutan di Kalimantan Timur.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks