Pembiayaan Syariah di Kalimantan Timur Tembus Rp17,71 Triliun, Minat Warga terhadap Perbankan Islam Terus Meningkat

Penulis: Okta Nugraha  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:54 WIB
Pembiayaan syariah di Kalimantan Timur mencapai Rp17,71 triliun pada triwulan IV 2025.

SAMARINDA — Angka pembiayaan syariah di Kalimantan Timur menembus rekor baru. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur melaporkan bahwa total pembiayaan syariah di provinsi ini mencapai Rp17,71 triliun pada triwulan IV 2025. Capaian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya, seiring dengan naiknya pangsa pasar dan minat masyarakat terhadap produk keuangan berbasis syariah.

Mengapa Masyarakat Kaltim Kian Melirik Pembiayaan Syariah?

Kenaikan minat ini tidak lepas dari literasi keuangan syariah yang kian masif di daerah. BI Kaltim mencatat bahwa pangsa pasar pembiayaan syariah di Kalimantan Timur terus merangkak naik. Masyarakat, terutama di kota-kota seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang, mulai beralih dari sistem konvensional ke skema bagi hasil yang dinilai lebih adil dan sesuai dengan prinsip keagamaan.

Berapa Besar Pertumbuhan Pangsa Pasar Syariah?

Meski bahan tidak menyebutkan persentase pasti pertumbuhan, BI Kaltim mengonfirmasi bahwa pangsa pasar dan minat warga terus mengalami kenaikan. Data ini menjadi sinyal positif bagi perbankan syariah untuk memperluas jaringannya, terutama di sektor UMKM dan pembiayaan konsumtif rumah tangga. Pertumbuhan ini juga didorong oleh kemudahan akses dan produk yang kompetitif.

Apa Saja Sektor yang Mendominasi Pembiayaan?

Pembiayaan syariah di Kalimantan Timur umumnya didominasi oleh sektor perdagangan, jasa, dan konstruksi. Namun, sektor pertanian dan perkebunan juga mulai mendapat porsi lebih besar seiring dengan program pemerintah daerah yang mendorong ekonomi kerakyatan. Bank syariah di Kaltim kini berlomba menawarkan skema pembiayaan mikro tanpa riba yang ramah bagi pelaku UMKM.

Apa Dampaknya bagi Perekonomian Daerah?

Meningkatnya pembiayaan syariah berdampak langsung pada perputaran uang di sektor riil. Pelaku usaha kecil dan menengah di Kalimantan Timur kini memiliki akses permodalan yang lebih etis dan transparan. BI Kaltim optimistis tren ini akan terus berlanjut seiring dengan edukasi yang gencar dilakukan oleh perbankan dan pemangku kepentingan.

Apakah Ada Target Khusus dari BI Kaltim?

BI Perwakilan Kaltim belum merilis target spesifik untuk tahun depan. Namun, dengan angka Rp17,71 triliun yang sudah tercapai, optimisme terhadap pertumbuhan sektor ini cukup tinggi. Pihak BI terus mendorong perbankan syariah untuk berinovasi dalam produk dan layanan agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di daerah pedalaman dan perbatasan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top