Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim Dorong Sampe Dayak Hidup di Panggung Adat hingga Pariwisata, Bukan Sekadar Koleksi Museum

Penulis: Okta Nugraha  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 15:29:44 WIB
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim menegaskan pentingnya pelestarian Sampe melalui partisipasi masyarakat.

SAMARINDA — Ancaman terbesar terhadap kelestarian alat musik tradisional Sampe justru datang dari cara pelestarian yang kaku. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur Lestari menyebut pendekatan yang tidak melibatkan masyarakat akar rumput hanya akan membuat warisan budaya itu mati perlahan.

"Pelestarian Sampe tidak cukup hanya dengan memasukkannya ke dalam etalase museum, melainkan harus memastikan bahwa ekosistem budayanya tetap bernapas di tengah masyarakat," ujar Lestari di Samarinda, Senin.

Sampe Bukan Sekadar Alat Musik Hiburan

Alat musik petik yang dikenal dengan beragam nama seperti Sampek, Sape, maupun Kecapi ini memiliki fungsi lebih dari sekadar pengiring lagu. Bagi masyarakat Dayak, Sampe yang terbuat dari kayu pilihan hutan Kalimantan menyimpan relasi magis yang kuat dengan alam dan dinamika sosial.

Motif ragam hias pada tubuh kayu Sampe, menurut Lestari, melambangkan daya upaya, kebesaran, serta keagungan masyarakat yang hidup harmonis dengan alam sekelilingnya. Setiap ukiran bukan sekadar dekorasi, melainkan rekaman interaksi manusia dengan lingkungannya.

Pemerintah Hanya Jadi Fasilitator, Masyarakat Aktor Utama

Lestari mengingatkan bahwa posisi pemerintah dalam pelestarian Sampe bukan sebagai pengendali tunggal, melainkan fasilitator yang mengakomodasi peran masyarakat dari bawah. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terjebak pada inersia yang berisiko memunculkan pengerasan identitas primordial dan mengancam integrasi sosial budaya.

Kebudayaan, tegasnya, bukanlah warisan masa lalu yang beku. Sampe harus dipandang sebagai proses transformasi yang dinamis dan berpadu dengan karya kreatif kontemporer.

Pendidikan Jadi Jalur Sistemik agar Sampe Tak Punah

Agar perlindungan terhadap Sampe berjalan seiring pemanfaatannya di masyarakat, pengarusutamaan kebudayaan harus ditanamkan secara sistemik sejak dini melalui jalur pendidikan. Lestari mendorong agar ekosistem budaya Sampe terus ditegakkan melalui panggung perayaan adat yang sakral, ajang pariwisata daerah, hingga atraksi budaya populer kontemporer.

"Pengarusutamaan kebudayaan tersebut harus ditanamkan secara sistemik sejak dini melalui jalur pendidikan agar perlindungan terhadap Sampe sejalan dengan pemanfaatan di masyarakat," ungkap Lestari.

Apa yang Membuat Sampe Berbeda dari Alat Musik Petik Lain?

Sampe memiliki keragaman nama di setiap subsuku Dayak, mulai dari Sampek, Sape, hingga Kecapi. Keunikannya terletak pada bahan baku kayu pilihan khas hutan Kalimantan serta motif ukir yang merekam jejak interaksi manusia dengan alam dan dinamika sosial masyarakat pendukungnya.

Bagaimana Cara Masyarakat Bisa Berpartisipasi Melestarikan Sampe?

Partisipasi bisa dilakukan dengan menghidupkan Sampe di acara adat, festival budaya, hingga pertunjukan musik kontemporer. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi komunitas dan perajin untuk terus memproduksi serta mengajarkan teknik memainkan alat musik ini kepada generasi muda.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top