Kabut Asap Samarinda Mereda, ISPU Turun dari 367 ke 27 µg/m³ tapi Warga Mulai Terserang ISPA

Penulis: Okta Nugraha  •  Kamis, 17 September 2026 | 22:46:02 WIB

SAMARINDA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Samarinda sejak Rabu (16/9/2026) siang mulai mereda pada Kamis sore. Meski begitu, kualitas udara belum sepenuhnya aman dan warga mulai merasakan dampak kesehatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara APT Pranoto Samarinda melaporkan indeks standar pencemar udara (ISPU) partikulat PM2,5 berada di angka 27 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 17.00 Wita. Angka itu masuk kategori sedang.

Penurunan terlihat sejak pukul 12.00 Wita. Sebelumnya, ISPU mencapai puncak 367,7 µg/m³ pada pukul 08.00 Wita dengan kategori berbahaya.

Dua Sumber Lain Masih Catat Udara Tidak Sehat

Laman Kementerian Lingkungan Hidup mencatat ISPU PM2,5 di Samarinda pada angka 161 µg/m³, kategori tidak sehat. Sumber iqair.com menunjukkan PM2,5 sebagai polutan utama di angka 113,6 µg/m³ pada pukul 18.00 Wita, juga kategori tidak sehat.

Pada Rabu (16/9/2026) pukul 16.00 Wita, Stasiun Meteorologi Bandara APT Pranoto mencatat konsentrasi PM2,5 di angka 210,4 µg/m³.

Kabut Menembus Rumah, Warga Keluhkan Sakit Tenggorokan hingga Flu

Pekatnya kabut asap pagi itu masuk melalui celah ventilasi rumah warga. Penjernih udara (air purifier) disebut tidak mampu menetralisir polutan PM2,5.

Keluhan ISPA mulai muncul, dari sakit tenggorokan, batuk, hingga flu. "Waktu subuh tadi, kabut asap benar-benar pekat. Dari bangun tidur tenggorokan sudah mulai tidak nyaman. Akhirnya saya jadi batuk-batuk, dan malah jadi flu," kata Prati, 36 tahun, warga Jalan KH Harun Nafsi, Samarinda.

"Iya, benar. Tenggprokan sakit bangun tidur tadi pagi dan jadi batuk berdahak," kata Usni, 45 tahun.

KBM Tatap Muka TK hingga SMP Dihentikan, Diganti PJJ

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda meniadakan kegiatan belajar tatap muka khususnya jenjang TK dan SD-SMP. Pembelajaran dialihkan ke jarak jauh (PJJ) mulai 17-19 September 2026.

"Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dihentikan sementara dan dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring/online terhitung mulai tanggal 17-19 September 2026," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Ibnu Araby, dalam edarannya, Rabu (16/9/2026).

Keputusan itu diambil imbas kualitas udara yang tidak sehat. Hingga Kamis sore, belum ada keterangan resmi soal perpanjangan PJJ atau langkah lanjutan dari pemkot.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: niaga.asia This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top