Pencarian

Apakah Ada Gunung Lebih Tinggi dari Everest? Ini Kata Ahli Geologi

Selasa, 20 Oktober 2026 • 10:21:31 WIB
Apakah Ada Gunung Lebih Tinggi dari Everest? Ini Kata Ahli Geologi
Gunung Everest setinggi 8.849 meter masih menjadi puncak tertinggi di Bumi saat ini.

KALIMANTAN TIMUR — Gunung Everest setinggi 8.849 meter masih menjadi puncak tertinggi di Bumi saat ini, tetapi para ahli geologi menduga pernah ada gunung purba yang jauh lebih tinggi. Jejaknya tersimpan di lapisan kerak Bumi yang menjorok hingga 80 kilometer ke bawah permukaan. Penelusuran ini membuka pertanyaan soal batas maksimal ketinggian yang bisa dicapai sebuah gunung sebelum runtuh oleh beratnya sendiri.

Profesor geologi dari University of Adelaide, Australia, menyatakan bahwa data rinci soal gunung tertinggi pada masa purba memang tidak akan pernah bisa didapatkan sepenuhnya. Namun, sisa-sisa sedimen yang terperangkap di dalam kerak Bumi menyimpan petunjuk tentang kemegahan puncak bersalju ratusan juta tahun lalu.

Para ilmuwan membaca lapisan kerak tersebut untuk mengetahui seberapa dalam lapisan itu membentang. Dari situ, perkiraan ketinggian gunung-gunung purba bisa disusun.

Bagaimana Gunung Terbentuk dan Mengapa Bisa Runtuh

Gunung lahir dari kerak benua yang terdorong ke atas ketika lempeng tektonik bertabrakan perlahan. Kerak ini sangat berat dan punya bagian jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

Puncak setinggi Everest ditopang oleh bagian kerak yang berada jauh di bawah Bumi. Ketika sebagian kerak terdorong ke atas membentuk puncak, bagian lain terdorong ke bawah.

Ahli geokimia dari Curtin University, Australia, Ziyi Zihu, membandingkan gunung dengan gunung es yang hanya memperlihatkan sebagian kecil bagiannya di atas permukaan. "Kita dapat berpendapat atau memperkirakan bahwa [gunung terbesar] berada di wilayah yang memiliki bagian kerak yang menjorok jauh ke bawah," kata Zhu.

Everest Hanya 14 Persen dari Massa Batuan

Kerak Bumi di bawah Himalaya diperkirakan membentang hingga kedalaman 80 kilometer, sementara ketinggian Everest mencapai 29.000 kaki atau sekitar 8.849 meter. Artinya, gunung tertinggi dunia ini paling banyak hanya mewakili sekitar 14 persen dari keseluruhan massa batuan yang menjadi bagiannya.

Angka itu menunjukkan ada batas ketinggian yang bisa dicapai sebuah gunung sebelum akhirnya runtuh akibat beratnya sendiri. Himalaya mulai terbentuk sekitar 50 juta hingga 40 juta tahun lalu akibat tumbukan lempeng benua India dan Eurasia.

Dalam sejarah pembentukan gunung, Himalaya tergolong muda. Itu sebabnya pegunungan ini masih sangat tinggi dan terus bertambah tinggi karena kedua lempeng masih bertabrakan.

Jejak Pegunungan Super Transgondwana

Tumbukan antarbenua seperti itu telah berulang kali terjadi. Pegunungan Super Transgondwana menjadi salah satu contohnya, terbentuk sekitar 650 juta tahun lalu ketika Afrika dan Amerika Selatan bertabrakan dengan wilayah Arabia, India, Australia, dan Antartika hingga membentuk superbenua Gondwana.

Gondwana kemudian terpecah kembali. Bukti keberadaan pegunungan raksasa itu masih ditemukan di India bagian selatan, Sri Lanka, Tanzania, dan Kenya. Panjang rangkaian pegunungan tersebut diperkirakan mencapai tiga kali panjang Himalaya.

"Jika berjalan-jalan di wilayah itu sekarang, kita dapat melihat batuan yang dahulu berada di bagian dasar rangkaian pegunungan ini," kata Collins.

Secara rata-rata, kerak Bumi di wilayah tersebut diperkirakan lebih dalam daripada kerak di bawah Himalaya, bahkan lebih besar. Beberapa bagian kerak membentang hingga kedalaman 30 kilometer meski telah mengalami erosi selama sekitar setengah miliar tahun.

Mengapa Jawaban Pastinya Sulit Dipastikan

Data yang tersedia belum cukup rinci untuk menentukan secara pasti gunung tertinggi ratusan juta tahun lalu. Para ahli hanya bisa menyusun perkiraan dari kedalaman kerak yang tersisa dan tingkat erosi yang sudah berlangsung sangat lama.

Meski begitu, jejak geologi di Afrika Timur, India, dan Australia memberi gambaran bahwa Bumi pernah punya puncak-puncak yang jauh melampaui Everest. Penelitian lanjutan atas lapisan kerak itu menjadi kunci untuk mengungkap seberapa tinggi gunung purba bisa tumbuh sebelum gravitasi meruntuhkannya.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks