BGTK Kaltim Dampingi Guru Ikut Penghargaan GTK 2026, Pengusulan Dibuka hingga 3 Oktober

Penulis: Prayoga Santana  •  Minggu, 20 September 2026 | 10:16:02 WIB

SAMARINDA — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Timur menilai banyak guru sebenarnya punya inovasi dan praktik baik di sekolah, tetapi kesulitan saat harus menuangkannya ke dalam karya tulis, video inspiratif, maupun portofolio digital. Karena itu BGTK Kaltim menggelar pendampingan bagi calon peserta Penghargaan GTK Tahun 2026, mencakup penguatan substansi hingga simulasi sistem pengusulan.

Pelaksana Harian Kepala BGTK Provinsi Kalimantan Timur, Odollar Sihombing, mengatakan pendampingan diperlukan agar peserta tidak hanya memahami substansi karya, tetapi juga mampu mengikuti tahapan administrasi dan sistem pengusulan.

"Pendampingan yang diberikan meliputi penguatan substansi, berbagi praktik baik serta simulasi sistem informasi penghargaan GTK," ujar Odollar.

Pengusulan Berjalan Sejak 9 September hingga 3 Oktober 2026

Tahap pengusulan dan pengisian dokumen persyaratan peserta dari tingkat kabupaten dan kota telah berlangsung sejak 9 September hingga 3 Oktober 2026. Pendampingan digelar pada Jumat 18 September 2026, di tengah periode pengusulan yang masih berjalan.

Dalam kegiatan tersebut, BGTK Kaltim menghadirkan guru dan tenaga kependidikan yang menjadi pemenang Apresiasi GTK 2025 sebagai narasumber. Pengalaman para pemenang diharapkan menjadi referensi bagi peserta 2026 untuk mengembangkan karya sesuai kondisi dan keunikan sekolah masing-masing.

Bukan Sekadar Kompetisi Piala

Odollar menegaskan Penghargaan GTK bukan sekadar ajang kompetisi untuk mendapatkan piala. Kegiatan itu menjadi ruang untuk mendokumentasikan dan mengapresiasi dedikasi serta kerja nyata pendidik dan tenaga kependidikan.

Karya yang dihasilkan diharapkan dapat menunjukkan dampak yang diberikan kepada peserta didik dan lingkungan sekolah.

Inovasi Guru Sering Mandek di Tahap Dokumentasi

Menurut Odollar, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di kelas. Guru dan tenaga kependidikan juga dituntut mampu menghasilkan inovasi, membangun ekosistem belajar yang berpihak kepada murid, serta mendokumentasikan praktik baik agar dapat dibagikan dan menjadi inspirasi bagi tenaga pendidik lainnya.

"Memang masih terdapat guru yang memiliki berbagai inovasi dan praktik baik di sekolah, tetapi mengalami kendala ketika harus menuangkannya dalam karya tulis, video inspiratif, maupun portofolio digital. Karena itu, BGTK Kaltim berupaya memberikan pendampingan sejak tahap penyusunan karya hingga penggunaan sistem pengusulan," ucap Odollar.

Pendampingan menyasar dua hal sekaligus: kesiapan substansi karya dan kelancaran administrasi di sistem pengusulan. Peserta dari kabupaten dan kota yang masih dalam periode pengusulan hingga 3 Oktober 2026 menjadi sasaran utama kegiatan ini.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top