KALIMANTAN TIMUR — BMKG memprediksi musim hujan tiba Oktober 2026, namun hujan sudah turun di sejumlah wilayah Indonesia. Aquaplaning jadi ancaman nyata bagi pengemudi mobil saat jalan basah, kondisi ketika ban kehilangan traksi akibat lapisan air. Insiden Porsche di Tol Desari, Depok, Sabtu (19/9), jadi bukti bahaya fenomena ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan musim hujan baru resmi masuk Oktober 2026. Meski begitu, hujan sudah mengguyur beberapa daerah lebih awal. Bagi pengemudi mobil, jalan basah bukan sekadar soal visibilitas yang berkurang.
Ada satu risiko teknis yang sering luput diperhatikan: aquaplaning. Kondisi ini muncul saat lapisan air di permukaan aspal menghalangi kontak antara ban dan jalan.
Aquaplaning atau hydroplaning terjadi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkeram pada permukaan jalan akibat terhalang genangan air. Mobil seolah melayang di atas air, membuat pengemudi sulit mengendalikan kendaraan.
Selain genangan air, sejumlah faktor lain turut memicu kondisi ini. Ban yang kurang prima, bobot kendaraan, dan kecepatan yang terlalu tinggi menjadi pemicu utama.
Fenomena ini membawa sejumlah risiko berbahaya di jalan raya:
Bahaya aquaplaning terbukti nyata lewat kecelakaan tunggal yang menimpa sebuah Porsche merah di KM 4+200 B Tol Desari, Depok. Insiden terjadi Sabtu (19/9) sekitar pukul 18.45 WIB saat jalanan basah usai diguyur hujan.
Mobil melaju di jalur 3 dari arah Sawangan menuju Antasari. Rekaman video di akun Instagram @depok24jam memperlihatkan warga sekitar turut membantu evakuasi pengemudi.
Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Keterangan itu disampaikan Minggu (20/9).
Pengemudi disarankan rutin memeriksa tekanan ban sebelum berkendara. Tekanan yang tidak sesuai membuat area kontak ban dengan aspal berkurang, memperbesar peluang aquaplaning.
Saat hujan turun, sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Semakin cepat kendaraan melaju, semakin tipis kesempatan ban menembus lapisan air.
Matikan mode cruise control di jalan basah. Sistem ini bisa membuat kendaraan tetap melaju meski traksi hilang, sehingga pengemudi kehilangan kendali saat dibutuhkan.
Arahkan pandangan ke depan dan pegang setir dengan lurus. Lakukan pengereman dan penekanan pedal gas secara halus, hindari manuver mendadak. Pastikan juga fungsi wiper bekerja optimal agar visibilitas tetap terjaga.
Pemeriksaan berkala pada kondisi ban, terutama kedalaman alur, menjadi kunci. Ban dengan alur tipis tidak mampu mengalirkan air keluar dari bawah roda.