BALIKPAPAN — Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, enam wilayah diprakirakan berawan atau cerah berawan, tiga wilayah udara kabur, dan satu wilayah berpeluang hujan ringan. Data resmi BMKG menempatkan Kutai Kartanegara sebagai satu-satunya daerah dengan potensi hujan, dengan suhu 24–33 derajat Celsius dan kelembapan 56–99 persen.
Udara kabur menyelimuti Berau, Kutai Barat, dan Samarinda. Berau mencatat suhu 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan 61–99 persen, Kutai Barat 24–32 derajat Celsius dengan kelembapan 55–99 persen, dan Samarinda 25–33 derajat Celsius dengan kelembapan 55–96 persen.
Mengapa Udara Kabur Muncul di Tengah Periode Kering
BMKG dalam prospek cuaca periode 22–28 September 2026 menyebut kondisi atmosfer di sebagian wilayah Kalimantan masih relatif kering. Aktivitas gelombang atmosfer tetap dipantau karena dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Kondisi kering berkaitan langsung dengan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Udara kabur di tiga daerah menjadi penanda bahwa asap masih menjadi persoalan di Kaltim.
Rincian Suhu dan Kelembapan 10 Kabupaten/Kota
Wilayah berawan mendominasi prakiraan hari ini. Paser berawan dengan suhu 23–32 derajat Celsius dan kelembapan 52–95 persen. Kutai Timur berawan, suhu 23–32 derajat Celsius, kelembapan 54–99 persen.
Penajam Paser Utara berawan dengan suhu 24–33 derajat Celsius dan kelembapan 56–97 persen. Mahakam Ulu cerah berawan, suhu 22–32 derajat Celsius, kelembapan 66–99 persen. Balikpapan berawan dengan suhu 26–31 derajat Celsius dan kelembapan 62–90 persen, sedangkan Bontang berawan, suhu 25–32 derajat Celsius, kelembapan 62–94 persen.
Waspadai Hujan Lokal Disertai Petir dan Angin Kencang
Meski mayoritas wilayah diprakirakan berawan, BMKG mengingatkan potensi hujan lokal tetap terbuka. Pertumbuhan awan konvektif dapat memicu hujan disertai petir dan angin kencang secara lokal.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta memantau informasi cuaca terbaru. Kondisi atmosfer dapat berubah mengikuti perkembangan harian.
Bagi daerah yang masih dilanda udara kabur, warga disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker. Kualitas udara di Berau, Kutai Barat, dan Samarinda perlu dicermati menyusul status periode kering yang masih berlangsung.