Warga Balikpapan dengan Riwayat Asma Diminta Waspadai Kabut Asap dan Cuaca Panas

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 28 September 2026 | 10:16:31 WIB
Anggota DPRD Kota Balikpapan Laisa menyoroti tingginya angka gangguan saluran pernapasan di kota tersebut.

BALIKPAPAN — Anggota DPRD Kota Balikpapan Laisa menyoroti tingginya angka gangguan saluran pernapasan di kota itu, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit asma. Menurut dia, penurunan kualitas udara akibat asap memperbesar risiko gangguan pada saluran pernapasan. Kelompok dengan penyakit penyerta dinilai perlu memberi perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan mereka.

"Angka menunjukkan gangguan saluran pernapasan sangat tinggi. Apalagi bagi orang yang punya riwayat penyakit asma," kata Laisa, Senin (28/9/2026).

Data Dinas Kesehatan menjadi rujukan imbauan tersebut. Kasus ISPA di Balikpapan tercatat masih cukup tinggi. Kondisi itu diperparah cuaca panas dan kekeringan yang turut memengaruhi kesehatan warga.

Dua Langkah Utama yang Diminta ke Warga

Laisa menyampaikan dua permintaan konkret kepada masyarakat. Pertama, warga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran karena asapnya menambah polusi udara. Kedua, warga yang beraktivitas di luar rumah diminta memakai masker.

"Pertama untuk pembakaran, jangan bakar-bakar, karena asapnya. Kedua, kalau kita berjalan, pakai masker," ujarnya.

Asap hasil pembakaran dinilai berpotensi memperburuk gangguan pernapasan, terutama bagi warga yang sudah memiliki riwayat penyakit. Karena itu, pengendalian sumber asap di lingkungan permukiman menjadi bagian penting dari pencegahan.

Cuaca Panas Ikut Picu Risiko Dehidrasi

Selain kabut asap, cuaca panas dan kekeringan menjadi perhatian tersendiri. Warga diminta memperhatikan kebutuhan cairan tubuh dengan cukup mengonsumsi air putih. Langkah itu untuk mencegah dehidrasi selama suhu udara meningkat.

Laisa juga mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah bila tidak ada keperluan mendesak. Imbauan itu berlaku terutama saat kondisi udara sedang kurang baik. Warga diminta mengikuti perkembangan dan imbauan Dinas Kesehatan terkait kualitas udara serta kondisi kesehatan terkini.

"Kalau keluar rumah pakai masker. Kemudian kalau ada (keluhan), tetap berobat," katanya.

Peran Masyarakat Dinilai Sama Penting dengan Pemerintah

Menjaga kesehatan di tengah cuaca panas dan potensi kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat memiliki peran dengan menjaga lingkungan dan mengurangi aktivitas yang menghasilkan asap. Warga juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan.

Laisa berharap langkah pencegahan tersebut dapat menekan risiko gangguan kesehatan akibat kondisi udara dan cuaca. Harapan itu terutama ditujukan bagi warga yang memiliki penyakit penyerta atau lebih rentan mengalami gangguan pernapasan.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: inibalikpapan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top