SAMARINDA — Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menunggu lama memanfaatkan peluang fiskal dari rencana pemerintah pusat. Dalam arahannya saat memimpin Morning Briefing di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Rudy memaparkan bahwa program pendidikan gratis nasional yang sedang disiapkan Presiden Prabowo menjadi angin segar bagi daerah.
Rencana pembiayaan pendidikan gratis jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi negeri itu akan ditanggung melalui APBN. Kaltim disebut telah lebih dulu menjalankan Program Gratispol Pendidikan yang mencakup dukungan hingga jenjang S1, S2, dan S3.
Pada 2026, Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp1,3 triliun untuk Gratispol Pendidikan Tinggi. Kaltim juga telah bergabung dalam aplikasi SatuBeasiswa Indonesia yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui program tersebut, disiapkan alokasi Rp750 miliar bagi anak-anak Kaltim, baik yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar daerah. Rudy sebelumnya diminta khusus oleh kementerian untuk memaparkan Program Gratispol Pendidikan kepada para pemangku kepentingan bidang pendidikan di Indonesia dan negara sahabat.
"Alhamdulillah, Kaltim sudah lebih dulu dengan Program Gratispol Pendidikan. Syukur alhamdulillah pusat kemudian merencanakan pendidikan gratis SD sampai perguruan tinggi negeri," papar Rudy.
Setelah menuntaskan pembangunan jalan menuju tiga desa yang sebelumnya berstatus tertinggal, yakni Gerunggung, Tanjung Soke, dan Deraya, Pemprov Kaltim mengarahkan perhatian ke ruas Sotek–Bongan. Jalur itu diproyeksikan menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
"Mulai tahun depan kita bisa fokus ke jalan," kata Gubernur.
Perbaikan juga akan menyasar jalan-jalan di pesisir utara dan selatan, termasuk kawasan perbatasan Mahakam Ulu. Dinas PUPR Kaltim melaporkan sejumlah alat berat telah berada di jalur menuju Long Apari untuk mendukung perbaikan jalan.
Peralatan itu disiapkan terutama untuk memudahkan akses dan distribusi logistik sebagai dampak surutnya Sungai Mahakam dalam beberapa bulan terakhir.
"Di saat yang sama kita juga akan perbaiki jalan-jalan di pesisir utara dan selatan, termasuk perbatasan Mahakam Ulu," sambung Rudy.
Selain pendidikan dan infrastruktur, Kaltim mencatat capaian di bidang keagamaan. Kaltim berturut-turut menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) pada 2024 dan 2026, setelah sebelumnya menjuarai Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Nasional 2025.
Menurut Rudy, capaian itu menarik perhatian sejumlah kepala daerah yang ingin mempelajari pola pembinaan dan strategi yang diterapkan Kaltim.
"Mereka sudah mencoba belajar dan mengadopsi cara-cara yang dilakukan Kaltim, tapi mereka belum berhasil," ujarnya.
Rudy menilai prestasi tersebut menjadi energi positif bagi Kaltim untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
"Ini menjadi energi positif bagi kita. Bagus sekali karena sekarang, Kaltim sudah menjadi barometer nasional," jelas Gubernur Rudy.