BALIKPAPAN — BMKG mencatat sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia pada dasarian pertama Oktober 2026 diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian. Angka itu menempatkan sebagian besar wilayah, termasuk Kalimantan Timur, dalam kondisi atmosfer yang belum sepenuhnya basah meski sudah memasuki Oktober.
Pada periode 2–4 Oktober 2026, BMKG mencatat potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Kalimantan Timur tidak masuk dalam daftar wilayah yang disebut berpotensi hujan sedang maupun peringatan hujan lebat.
Kondisi kering ini berkaitan dengan atmosfer Indonesia yang masih relatif kering pada awal Oktober 2026. BMKG menyebut dinamika atmosfer, termasuk aktivitas gelombang Kelvin di sebagian wilayah Kalimantan bagian utara, turut memengaruhi pola hujan di kawasan tersebut.
Meski demikian, kondisi kering bukan berarti Kalimantan Timur sepenuhnya terbebas dari potensi hujan. Hujan lokal masih dapat terjadi akibat dinamika atmosfer dan faktor lokal lainnya.
BMKG mengingatkan hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang dalam kondisi tertentu dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Pada 30 September 2026, BMKG mendeteksi 193 titik panas di wilayah Kalimantan. Banyaknya titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan di tengah kondisi atmosfer yang relatif kering.
Kondisi kering yang berlangsung di sejumlah wilayah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, khususnya di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan.
Masyarakat Kalimantan Timur yang beraktivitas di luar ruangan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, tetap perlu mengantisipasi kondisi panas dan paparan sinar matahari. BMKG mengimbau warga menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas pada siang hari.
Penggunaan pelindung dari paparan langsung sinar matahari juga dianjurkan. Langkah ini untuk mengurangi risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat panas berlebih.
Masyarakat di Kalimantan Timur disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG. Imbauan ini terutama berlaku bagi warga yang akan melakukan perjalanan atau aktivitas luar ruangan.
Secara umum, Sabtu, 3 Oktober 2026, Kalimantan Timur berada dalam periode atmosfer yang relatif kering. Potensi hujan lokal tetap perlu diantisipasi, sementara kewaspadaan terhadap panas, kekeringan, dan karhutla tetap menjadi perhatian.