Halal Center Unmul Dorong Sinergi Pentahelik Perkuat Literasi Halal UMKM Kaltim

Penulis: Ridho Pratama  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:46:02 WIB
Koordinator Kerja Sama dan Humas Halal Center Universitas Mulawarman, Sudarman, menjadi narasumber dalam program Teras UMKM Pro 4 RRI Samarinda.

SAMARINDA — Sudarman, Koordinator Kerja Sama dan Humas Halal Center Universitas Mulawarman, menyatakan penguatan literasi halal tidak bisa dikerjakan satu lembaga saja. Ekosistem halal membentang dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan pemasok bahan baku, proses produksi, regulasi, edukasi, sampai informasi ke masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan dalam program Teras UMKM Pro 4 RRI Samarinda. Ia mengingatkan pelaku usaha kecil agar tidak menunda pengurusan sertifikasi halal.

Jangan Tunggu Usaha Besar Baru Urus Sertifikat Halal

Sudarman menekankan pemahaman halal sebaiknya dibangun sejak awal merintis usaha. Termasuk saat memilih pemasok dan menjaga kebersihan tempat produksi.

"Jangan tunggu besar baru urus halal. Tapi urus halal agar usaha menjadi besar," ujarnya.

Menurutnya, sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban administratif. Status halal membangun kepercayaan konsumen dan membuka akses pasar lebih luas bagi UMKM.

Akademisi, Pemerintah, Ulama, Dunia Usaha, dan Media Punya Peran Berbeda

Sudarman memaparkan pembagian peran dalam ekosistem halal. Akademisi menggarap riset dan edukasi, pemerintah menyiapkan regulasi dan fasilitasi, ulama menetapkan fatwa, dunia usaha menerapkan di lapangan, sementara media memperluas informasi ke masyarakat.

"Tidak mungkin sesuatu itu bisa diselesaikan sendiri. Kementerian saja atau kampus saja atau MUI saja. Sehingga di sini yang disebut dengan butuh kolaborasi pentahelik," katanya.

Ia menilai seluruh unsur itu perlu bergerak ke arah yang sama. Tanpa itu, penguatan ekosistem halal berjalan lambat.

Halal Center Unmul Dampingi UMKM hingga Sertifikat Terbit

Halal Center Universitas Mulawarman berperan sebagai katalisator melalui sumber daya akademisi dan mahasiswa. Lembaga ini mencetak pendamping proses produk halal lewat pelatihan.

Halal Center juga menjembatani program pemerintah dan tanggung jawab sosial perusahaan agar menyasar UMKM binaan. Pendampingan dilakukan hingga sertifikat halal terbit.

"Kalau yang mau ngurus sertifikat halal gratis, mari kami bantu dampingi prosesnya sampai terbit sertifikat halalnya. Jadi produk bersertifikat halal akan memperluas pasar, lebih dipercaya, dan menentramkan konsumen," ucap Sudarman.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dunia usaha, komunitas, dan media terus diperkuat. Literasi halal diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diterapkan langsung dalam kegiatan usaha dan kehidupan masyarakat Kaltim.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top