Pencarian

Platform AI Didorong Literasi UMKM, Potensi Ekonomi Rp5,8 Kuadriliun

Jumat, 18 September 2026 • 10:20:01 WIB
Platform AI Didorong Literasi UMKM, Potensi Ekonomi Rp5,8 Kuadriliun

KALIMANTAN TIMUR — Pengembang platform kecerdasan artifisial diminta aktif meliterasi pelaku UMKM agar teknologi ini berdampak nyata ke ekonomi, bukan sekadar bikin gambar promosi. Dorongan itu muncul seiring proyeksi Indonesia meraih manfaat ekonomi AI hingga 366 miliar dolar AS atau sekitar Rp5,8 kuadriliun pada 2030. Tanpa pemerataan kemampuan, potensi sebesar itu berisiko hilang.

Pengajar Program Studi Filsafat Universitas Indonesia, Firman Kurniawan, menilai literasi dari platform pengembang teknologi kecerdasan artifisial (AI) jadi kunci bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memaksimalkan teknologi tersebut. Pemerintah sendiri menempatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi karena kontribusinya pada 2025 menyumbang lebih dari 60 persen PDB.

Menurut Firman, masuk ke platform lokapasar saja tidak cukup. Pemanfaatan AI perlu diperkuat agar dampak ekonominya lebih terasa. Ia membandingkan situasi ini dengan era awal media digital, ketika aplikasi perbelanjaan gencar melakukan sosialisasi dan pemberdayaan ke pelaku usaha.

Bukan Sekadar Bikin Gambar Promosi

Firman menyoroti penggunaan AI di kalangan UMKM yang masih berputar pada pembuatan gambar ilustrasi untuk pemasaran. Para pengembang platform, katanya, bisa mengarahkan pelaku usaha memakai AI untuk perencanaan pemasaran, manajemen bisnis, hingga memahami keamanan data.

Program literasi itu disebut bisa diselaraskan dengan program pemerintah terkait digitalisasi UMKM dan pembentukan UMKM sebagai bagian dari talenta digital.

"Sama seperti era masuknya media digital, aplikasi-aplikasi perbelanjaan waktu awal dulu masuk mereka banyak melakukan sosialisasi dan pemberdayaan oleh platform. Nah sekarang saat era AI, sudah ada memang UMKM yang menggunakannya, tapi tetap perlu juga kembali diajarkan oleh para pengembang platform," kata Firman kepada ANTARA.

Komunitas UMKM Dinilai Lebih Efektif untuk Berbagi Ilmu

Selain peran platform, Firman menilai pembentukan komunitas UMKM yang tertarik memanfaatkan AI bakal mempercepat pembelajaran. Komunitas itu bisa digagas platform, pemerintah, atau terbentuk alami setelah sejumlah pelaku usaha mendalami AI dan memutuskan berbagi ilmu.

Menurutnya, pembelajaran lewat komunitas justru lebih efektif karena berlangsung dalam komunikasi sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Biasanya ada pribadi-pribadi tertentu lalu membuat komunitas, itu mereka ngulik. Misalnya AI mereka coba untuk menyusun perencanaan pemasaran atau mendesain produk lebih menarik. Nah ini tujuan komunitas di mana mereka bisa saling berbagi. Jadi selain mengandalkan platform, komunitas juga diberdayakan," ujar Firman.

Potensi Rp5,8 Kuadriliun dan Risiko Kesenjangan Kapabilitas

Lembaga riset kebijakan Southeast Asia Policy Institute (SEAPPI) dalam laporan terbarunya memproyeksikan Indonesia bisa meraih manfaat ekonomi dari AI hingga 366 miliar dolar AS atau sekitar Rp5,8 kuadriliun pada 2030. Laporan bertajuk "Menutup Kesenjangan Kapabilitas KA Indonesia" itu dikerjakan bersama platform kecerdasan artifisial OpenAI.

Basis datanya mencakup penggunaan AI di Indonesia pada layanan OpenAI, survei, dan riset lapangan SEAPPI. Potensi ekonomi sebesar itu bisa hilang apabila negara gagal mengatasi kesenjangan kapabilitas dalam adopsi AI, baik di sektor bisnis maupun layanan publik.

Usulan Insentif dan Voucher AI untuk UMKM

SEAPPI merekomendasikan sejumlah solusi agar Indonesia menutup celah kesenjangan kapabilitas adopsi AI. Salah satunya mendorong pemerintah memberi insentif bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan AI.

Pemerintah disarankan mengintegrasikan program UMKM Go Digital dengan bantuan finansial berupa subsidi atau skema voucher AI. Langkah ini bertujuan membantu pelaku usaha kecil mendapatkan akses AI secara inklusif, termasuk dukungan berlangganan platform AI, akses layanan cloud, dan pengembangan kasus penggunaan berbasis API.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor, arah kebijakan ini menentukan seberapa cepat pasar AI lokal melebar. Adopsi di segmen UMKM yang menyumbang lebih dari 60 persen PDB akan jadi penentu apakah proyeksi Rp5,8 kuadriliun itu terealisasi atau sekadar angka di atas kertas.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks