Pencarian

Kredit Perbankan Kaltim Tumbuh 22,80 Persen di Triwulan II 2026, QRIS Tembus Rp10,02 Triliun

Minggu, 20 September 2026 • 05:17:01 WIB
Kredit Perbankan Kaltim Tumbuh 22,80 Persen di Triwulan II 2026, QRIS Tembus Rp10,02 Triliun

SAMARINDA — Kinerja intermediasi perbankan Kalimantan Timur mencatat akselerasi tajam pada triwulan II 2026. Penyaluran kredit tumbuh 22,80 persen year-on-year (yoy), jauh melampaui capaian triwulan sebelumnya yang hanya 9,46 persen (yoy).

Laporan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim yang dipublikasikan 15 September menyebut kredit modal kerja sebagai pendorong utama. Kebutuhan pembiayaan aktivitas usaha meningkat, terutama di lapangan usaha pertambangan serta industri pengolahan.

Risiko kredit tetap terjaga. Rasio non-performing loan (NPL) Kaltim berada di 1,33 persen, jauh di bawah ambang batas 5 persen.

"Pertumbuhan kredit turut didukung oleh risiko kredit yang tetap terjaga rendah, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) sebesar 1.33%, atau masih berada di bawah threshold 5%," ungkap BI Kaltim.

Dana Pihak Ketiga Masih Kontraksi, tapi Mulai Membaik

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kaltim belum kembali ke zona positif. Meski begitu, BI Kaltim mencatat perbaikan dibanding triwulan sebelumnya sehingga likuiditas perbankan tetap cukup untuk menjalankan fungsi intermediasi.

Perbaikan DPK menjadi penopang penting di tengah derasnya permintaan kredit modal kerja. Tanpa pasokan dana yang memadai, laju ekspansi kredit berisiko menggerus likuiditas bank daerah.

Transaksi Digital Melonjak, Nominal Tembus Rp159,34 Triliun

Aktivitas ekonomi masyarakat yang menguat berimbas pada sistem pembayaran. Nominal transaksi melalui infrastruktur Bank Indonesia melonjak 49,75 persen (yoy) menjadi Rp159,34 triliun, dengan volume naik 54,10 persen (yoy) menjadi 35,11 juta transaksi.

Dari sisi nominal, transaksi didominasi RTGS dan BI-FAST dengan pangsa masing-masing 48,2 persen dan 47,8 persen. Adapun dari sisi volume, BI-FAST mendominasi hingga 99,6 persen.

Nominal transaksi BI-FAST tumbuh 41,04 persen (yoy) menjadi Rp76,23 triliun. Transaksi RTGS tumbuh lebih kencang, 70,98 persen (yoy), menjadi Rp76,77 triliun.

QRIS Tumbuh 87,49 Persen, Uang Elektronik Ikut Melonjak

Instrumen pembayaran ritel mencatat pertumbuhan paling kuat. Nominal transaksi QRIS di Kaltim tumbuh 87,49 persen (yoy) menjadi Rp10,02 triliun, sementara volumenya naik 95,10 persen (yoy) mencapai 103 juta transaksi.

Transaksi uang elektronik (UE) juga tumbuh signifikan. Nominalnya mencapai Rp2,69 triliun atau tumbuh 57,53 persen (yoy), dengan volume 30,55 juta transaksi atau naik 71,99 persen (yoy).

Berbeda arah, transaksi Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) terkontraksi 7,07 persen (yoy) dari sisi nominal menjadi sekitar Rp39 triliun. Volume transaksinya juga turun 7,7 persen (yoy), sejalan dengan makin beragamnya pilihan pembayaran digital masyarakat.

Uang Kartal Net Inflow Rp836 Miliar Usai Lebaran

Dari sisi transaksi tunai, aliran uang kartal pada triwulan II 2026 berada di posisi net inflow Rp836 miliar. Inflow tercatat Rp3,37 triliun, sedangkan outflow Rp2,53 triliun.

"Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh normalisasi kebutuhan uang kartal pasca HBKN Idulfitri 2026, di tengah semakin kuatnya adopsi pembayaran nontunai oleh masyarakat," kata BI Kaltim.

Pengangguran Turun Tipis, Kemiskinan Kaltim Masih Tertinggi di Kalimantan

Kondisi ketenagakerjaan Kaltim pada Februari 2026 menunjukkan perbaikan terbatas. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,27 persen dari 5,33 persen pada Februari 2025, seiring berkurangnya 2.074 pengangguran menjadi 111.092 orang.

Namun jumlah penduduk bekerja justru menyusut 14.776 orang menjadi 1.995.214 orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun dari 66,40 persen menjadi 66,25 persen.

Dari sisi kualitas, proporsi pekerja formal naik menjadi 55,45 persen dari sebelumnya 53,08 persen. Tingkat kemiskinan Kaltim turun dari 5,17 persen pada Maret 2025 menjadi 5,14 persen pada Maret 2026, meski jumlah penduduk miskin bertambah menjadi 200,64 ribu orang.

Ketimpangan pengeluaran relatif stabil dengan Rasio Gini 0,312, lebih rendah dari rasio nasional 0,368. "Namun, Rasio Gini Kaltim masih menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di wilayah Kalimantan," demikian BI Kaltim.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks