Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengeluarkan lima langkah pencegahan untuk melindungi kelompok rentan dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan yang meningkat. Kelompok yang menjadi perhatian utama meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti asma dan gangguan jantung. Dinkes Kaltim juga menyiagakan 188 puskesmas dan puluhan rumah sakit di seluruh wilayah provinsi untuk penanganan medis cepat.
SAMARINDA — Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyatakan polusi dan kabut asap akibat kebakaran hutan semakin meningkat sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan kelompok rentan. Imbauan itu disampaikan di Samarinda, Jumat, seiring memburuknya kualitas udara di sejumlah daerah.
Lima langkah tersebut disusun berurutan, mulai dari perlindungan di dalam rumah hingga penanganan darurat bila gejala memburuk. Berikut rinciannya.
1. Tetap di Rumah dan Tutup Rapat Ventilasi
Langkah pertama adalah tetap berada di dalam rumah serta menutup rapat seluruh pintu, jendela, dan ventilasi udara saat asap pekat. "Langkah pertama adalah tetap berada di dalam rumah serta menutup rapat seluruh pintu, jendela, dan ventilasi udara saat asap pekat," ujar Jaya.
2. Pakai Masker N95 atau KN95 Jika Harus Keluar
Langkah kedua mensyaratkan penggunaan masker jenis N95 atau KN95 yang mampu menyaring partikel berbahaya apabila warga terpaksa beraktivitas di luar rumah. Masker biasa dinilai tidak cukup menahan partikel halus dari kabut asap.
3. Optimalkan Penjernih Udara Berfilter HEPA
Langkah ketiga berfokus pada pemeliharaan kualitas udara dalam ruangan dengan mengoptimalkan penggunaan alat penjernih udara berfilter HEPA. Langkah ini melengkapi upaya menutup rapat rumah dari paparan luar.
4. Siapkan Stok Obat Rutin bagi Penderita Penyakit Kronis
Bagi penderita penyakit kronis, langkah keempat menekankan pentingnya menyiapkan persediaan obat rutin sesuai resep dokter yang wajib dibawa saat berpergian. "Bagi penderita penyakit kronis, langkah keempat menekankan pentingnya menyiapkan persediaan obat rutin sesuai resep dokter yang wajib dibawa saat berpergian," tutur Jaya.
5. Jaga Kebersihan Diri dan Cukupi Air Minum
Langkah kelima mewajibkan warga menjaga kebersihan diri serta kecukupan hidrasi tubuh melalui konsumsi air minum yang bersih dan matang. Masyarakat juga diminta segera mencuci muka dan tangan setiap kali usai beraktivitas di luar ruangan demi membersihkan sisa-sisa polutan yang menempel.
Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?
Jaya mengarahkan agar warga segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala darurat seperti sesak napas, nyeri dada, batuk parah, atau bibir kebiruan. Gejala-gejala itu menandakan paparan asap sudah masuk tahap serius.
"Kami meminta keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan untuk sangat waspada dan membatasi kegiatan di luar ruang selagi udara buruk," kata Jaya.
188 Puskesmas dan Puluhan Rumah Sakit Disiagakan
Sebanyak 188 puskesmas dan puluhan rumah sakit di seluruh wilayah Kalimantan Timur disiagakan penuh untuk memberikan penanganan medis cepat bagi warga terdampak paparan asap. Dinkes Kaltim berkomitmen terus memantau perkembangan kualitas udara serta mendistribusikan bantuan logistik kesehatan demi melindungi masyarakat secara berkelanjutan dari ancaman bahaya ISPA.
"Sinergi bersama seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan langkah pencegahan ini sangat menentukan keselamatan kesehatan keluarga kita," tegas Jaya.