Daihatsu Tumbuh 10% di Kuartal 3 2026, Gran Max Penyumbang Separuh Penjualan

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 20:20:01 WIB
Penjualan ritel Daihatsu Kuartal 3 2026 mencapai 37.167 unit atau naik 10% dari periode sama tahun lalu.

KALIMANTAN TIMUR — Penjualan ritel Daihatsu pada Juli-September 2026 menembus 37.167 unit, naik 10% dari periode sama tahun lalu yang sebanyak 33.618 unit. Gran Max Series, LCGC Ayla-Sigra, dan Terios menyumbang sekitar 90% dari total, dengan Gran Max sendirian menguasai 51%.

Pertumbuhan itu tidak lepas dari lonjakan permintaan kendaraan niaga ringan. Gran Max Series mencatat 19.082 unit sepanjang kuartal, naik 11% dibanding 17.148 unit pada kuartal yang sama 2025. Angka itu menjadikannya kontributor terbesar dengan porsi sekitar 51% dari seluruh penjualan ritel Daihatsu.

Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, menyebut kenaikan tersebut sebagai cerminan kebutuhan mobilitas yang makin beragam.

"Penjualan ritel Daihatsu pada Kuartal 3 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap produk-produk Daihatsu," ujarnya dalam siaran pers, Senin (5/10/2026).

Gran Max Jadi Tulang Punggung, Kontribusi 51%

Dominasi Gran Max bukan hal baru di segmen niaga ringan. Model ini dipakai luas untuk usaha logistik kecil, pedagang pasar, hingga armada antar barang perkotaan. Pertumbuhan 11% year-on-year menunjukkan permintaan kendaraan kerja masih kuat meski daya beli konsumen kelas menengah cenderung tertahan.

Yang menarik, kenaikan Gran Max lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan total Daihatsu yang 10%. Artinya, segmen niaga justru jadi penopang utama, bukan mobil penumpang keluarga.

LCGC Ayla dan Sigra Tumbuh 9%, Pasar Entry-Level Masih Hidup

LCGC Daihatsu yang terdiri dari Ayla dan Sigra membukukan 11.023 unit pada kuartal ini, naik 9% dari 10.101 unit tahun lalu. Keduanya menyumbang sekitar 30% dari total penjualan Daihatsu.

Angka ini memberi sinyal bahwa pasar mobil murah tetap bergerak. Program diskon, cicilan ringan, dan insentif dari dealer kemungkinan besar masih jadi pendorong utama. Tanpa stimulus semacam itu, segmen LCGC biasanya lebih rentan terhadap pelemahan daya beli.

Terios Naik 6%, Kontribusi Paling Kecil di Tiga Besar

Terios mencatat 3.847 unit pada Kuartal 3 2026, tumbuh 6% dari 3.633 unit pada periode sama 2025. Porsinya sekitar 10% dari total penjualan Daihatsu.

Pertumbuhan Terios paling rendah di antara tiga model utama. Segmen SUV compact memang lebih kompetitif, dengan pesaing dari merek Jepang lain maupun pemain China yang agresif menawarkan fitur dan harga.

September 2026: Naik 8%, Gran Max Kuasai 53%

Pada bulan September saja, penjualan Daihatsu mencapai 12.317 unit, naik 8% dibanding periode sama tahun lalu. Gran Max Series menyumbang 6.489 unit atau sekitar 53% dari total bulanan, tumbuh 5% year-on-year.

LCGC Daihatsu membukukan 3.494 unit pada September, naik 10%. Terios mencatat 1.293 unit, tumbuh 12% dibanding September tahun lalu.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Pertumbuhan bergantung pada segmen niaga ringan; jika permintaan logistik melambat, total penjualan Daihatsu bisa tergerus signifikan.
  • Terios hanya tumbuh 6% di kuartal dan 12% di bulanan, tertinggal dari dua lini lain yang jadi andalan.
  • Angka ini penjualan ritel dari dealer ke konsumen, bukan wholesales dari pabrik ke dealer, sehingga lebih mencerminkan serapan pasar sebenarnya.

Verdict

Kenaikan 10% di tengah pasar otomotif yang belum sepenuhnya pulih adalah capaian solid. Tapi portofolio Daihatsu terlihat timpang: lebih dari separuh penjualan bertumpu pada satu lini, Gran Max. Selama permintaan kendaraan usaha tetap kuat, posisi Daihatsu aman. Yang perlu dicermati adalah apakah LCGC dan Terios bisa mengejar, atau justru makin bergantung pada Gran Max di kuartal-kuartal berikutnya.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top