JAKARTA — Layanan Kereta Api Mutiara Timur mencatatkan kenaikan okupansi signifikan pada sembilan bulan pertama 2026. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut rute ini menjadi pilihan favorit bagi pelanggan yang hendak menuju kawasan timur Jawa.
Kereta tersebut menyediakan pilihan kelas Eksekutif, kelas Ekonomi, serta fasilitas Kereta Panoramic berpemandangan luas. Kombinasi layanan itu dinilai memberi fleksibilitas bagi pelanggan dengan kebutuhan perjalanan berbeda.
Wisatawan Nusantara ke Banyuwangi Capai 1.846.509 Perjalanan
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat 1.846.509 perjalanan wisatawan nusantara menuju Kabupaten Banyuwangi sepanjang periode yang sama. Arus wisatawan terbesar terjadi pada Januari dengan 440.889 perjalanan, disusul Februari sebanyak 339.120 perjalanan.
Pada Maret, BPS Jawa Timur mencatat 672.300 perjalanan, sementara April tercatat 394.200 perjalanan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga mencatat 240.632 wisatawan berkunjung selama libur Lebaran pada 18 hingga 29 Maret 2026.
Momentum libur panjang 27 Mei hingga 1 Juni 2026 turut mendongkrak kunjungan. Sebanyak 90.968 wisatawan berlibur ke Banyuwangi pada periode itu, terdiri dari 89.870 wisatawan domestik dan 1.098 wisatawan mancanegara.
Stasiun Ketapang Catat 615.161 Pergerakan Penumpang
Stasiun Ketapang mencatat 615.161 pergerakan penumpang naik maupun turun sepanjang Januari sampai September 2026. Jumlah itu meningkat 8,56 persen dibanding capaian 2025 sebanyak 566.643 pergerakan.
Rinciannya, 292.618 pelanggan berangkat dan 322.543 penumpang tiba di Stasiun Ketapang. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) melayani 29.075 penumpang serta 9.092 kendaraan pada 31 Mei 2026.
Integrasi Stasiun dan Pelabuhan Perkuat Konektivitas
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menjelaskan penguatan konektivitas antarmoda menjadi kunci layanan Mutiara Timur. Pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menyeberang dengan kapal feri dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk di Bali.
"Perjalanan pelanggan dapat berlanjut jauh setelah turun dari kereta api. Ketika stasiun terhubung dengan pelabuhan dan berbagai destinasi, konektivitas menjadi semakin lengkap. Kami ingin perjalanan dengan kereta api ikut membuka lebih banyak akses bagi masyarakat untuk berwisata, bertemu keluarga, maupun menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah," kata Wisnu.
Anne Purba menambahkan rute Mutiara Timur membuka akses luas bagi pelanggan dari Surabaya menuju kota-kota di timur Jawa. "Mutiara Timur memberi pelanggan banyak pilihan perjalanan. Dari Surabaya, pelanggan dapat menjangkau kota-kota di timur Jawa, menikmati Banyuwangi, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bali melalui Ketapang," ujarnya.
Pergerakan penumpang kereta api tersebut ikut mendorong kemajuan sektor transportasi lokal serta akomodasi daerah. Aktivitas perjalanan pelanggan turut menggerakkan sektor kuliner, perdagangan, dan pariwisata di kawasan timur Jawa.