JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan kereta wisata The Nusantara Explorer yang mengangkat kemewahan budaya Indonesia. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut keberagaman budaya itu tampil lewat ukiran dan ornamen di setiap sudut kereta.
Rangkaian ini bukan sekadar moda transportasi. KAI memposisikannya sebagai kendaraan promosi keanekaragaman budaya Indonesia kepada wisatawan, termasuk pasar internasional.
Ukiran Dikerjakan Tangan, Bukan Cetakan Mesin
Bobby menegaskan seluruh ukiran dan hiasan pada The Nusantara Explorer dibuat langsung oleh tangan-tangan generasi bangsa. Proses pengerjaannya menuntut ketelitian tinggi, terutama pada bagian interior.
"Ini (ukiran) handmade semua. Memang pengerjaan ini lamanya itu di pengerjaannya detail, interior detail," kata Bobby di sela uji coba perjalanan KA The Nusantara Explorer rute Bandung-Jakarta.
Pengerjaan kereta berlangsung di Balai Yasa Gubeng, Surabaya. Fasilitas milik KAI itu menjadi lokasi perakitan sekaligus finishing seluruh ornamen budaya yang menghiasi rangkaian.
95 Persen Material Produk Lokal
Soal bahan baku, Bobby memastikan hampir seluruhnya disuplai dari dalam negeri. Angkanya mencapai 95 persen, sehingga anggapan bahwa komponen kereta ini didatangkan dari luar negeri tidak berdasar.
"Ini (material) 95% itu lokal, jadikan ada orang bilang, 'Wah itu paling impor, impor, impor', enggak. Ini kita bikin di Balai Yasa Gubeng ya, dan ini memang produknya produk lokal," ujarnya.
Klaim tersebut sekaligus menegaskan kapasitas industri perkeretaapian nasional. Balai Yasa Gubeng selama ini menangani perawatan dan modifikasi sarana kereta, kini dipercaya menggarap proyek wisata bernilai tambah.
Tiga Kelas Penumpang hingga Gerbong Panorama
Satu rangkaian The Nusantara Explorer terdiri dari tujuh kereta. Setiap gerbong membawa ornamen bernuansa Indonesia dengan karakter berbeda.
Untuk penumpang, tersedia tiga tingkatan kelas:
- Compact Class — kelas dengan konfigurasi paling ringkas
- Advanced Class — kelas menengah dengan ruang lebih lega
- Signature Class — kelas tertinggi dalam rangkaian ini
Selain gerbong penumpang, KAI menyiapkan gerbong panoramic view untuk menikmati keindahan alam sepanjang perjalanan. Ada pula ruang santai atau lounge dan restoran yang menyajikan makanan dimasak langsung selama perjalanan.
Uji Coba Bandung-Jakarta Jadi Penilaian Awal
Uji coba rute Bandung-Jakarta menjadi tahap penilaian sebelum kereta ini melayani penumpang umum. KAI belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran komersial maupun tarif yang akan dipatok.
Yang jelas, konsep kereta wisata ini menyasar segmen penumpang yang mencari pengalaman perjalanan, bukan sekadar sampai tujuan. Kombinasi interior berukir, gerbong panorama, dan restoran di atas rel menjadi pembeda dari layanan kereta reguler.
Bagi KAI, langkah ini memperluas lini bisnis di luar angkutan penumpang harian. Kereta wisata membuka peluang pendapatan baru sekaligus menjadi kanal diplomasi budaya lewat jalur rel.