KALIMANTAN TIMUR — Googlebook resmi mulai dijual dan dikirim ke pelanggan, namun pada hari pertama peluncurannya perangkat ini belum bisa memasang aplikasi web Slack sebagai PWA. Googlebook OS yang berbasis Android mengandalkan aplikasi native dan progressive web app (PWA), dan Slack termasuk yang gagal dipasang meski Play Store menyarankan pengguna memakai versi web. Keterbatasan ini berpotensi meninggalkan kesan buruk bagi pengguna awal yang mengandalkan Slack untuk kerja sehari-hari.
Googlebook OS dibangun di atas fondasi Android, sehingga sebagian besar pengalaman pengguna bertumpu pada aplikasi native seperti Gemini, Google Photos, dan aplikasi musik. Sebagian layanan lain, termasuk Gmail dan YouTube, justru mengandalkan progressive web app (PWA) — pendekatan yang sudah lama dipakai Chromebook.
Pendekatan PWA itu kini jadi persoalan di hari pertama Googlebook dijual. Slack, salah satu aplikasi kolaborasi kerja paling populer, tidak bisa dipasang sebagai PWA di perangkat tersebut.
Googlebook secara langsung mengarahkan penggunanya memakai Slack melalui aplikasi web. Saat pengguna mencoba mengunduh aplikasi Android Slack dari Play Store, muncul banner yang menyatakan Slack "lebih baik di website".
Saran itu masuk akal. Aplikasi Android Slack memang dikenal buruk untuk perangkat selain smartphone standar. Namun masalahnya, aplikasi web Slack juga tidak bisa dipasang di Googlebook saat ini.
Upaya memasang aplikasi web Slack sebagai PWA di Googlebook menghasilkan pesan galat "this app cannot be installed". Pengguna masih bisa membuat shortcut yang terbuka sebagai tab Chrome, tetapi tidak bisa dibuka dalam jendela terpisah.
Beberapa PWA lain yang diuji, termasuk Photopea, Squoosh, dan SnapDrop, tampak berfungsi normal. Belum jelas mengapa Slack secara khusus gagal, tetapi sulit membayangkan Slack jadi satu-satunya PWA yang bermasalah di Googlebook pada hari pertama.
Yang lebih penting, Slack sudah jadi piranti utama di ruang kerja modern. Ketidakmampuan menyediakan dukungan Slack setara desktop pada hari pertama dipastikan meninggalkan kesan buruk bagi pengguna awal Googlebook.
Pihak media telah menghubungi Google untuk meminta informasi lebih lanjut dan akan memperbarui laporan begitu ada detail tambahan.
Sejumlah kabar lain soal Googlebook turut mencuat. Perangkat dengan chipset Intel disebut berpotensi bermasalah menjalankan aplikasi Android yang "kompleks". Di sisi lain, kehadiran Fantastical di Android yang lama ditunggu akhirnya dimulai lewat Googlebook.
Dorongan pemasaran Googlebook sendiri dimulai dengan kemunculan Henry Cavill dan kumisnya. Bagi pengguna awal, kelengkapan dukungan aplikasi produktivitas seperti Slack akan jadi ujian pertama apakah Googlebook layak menggantikan laptop kerja mereka.