Koperasi Merah Putih di 54 Desa dan Kelurahan PPU Siap Tampung Hasil Bumi Warga

Penulis: Taufik Rahman  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 05:16:32 WIB
Dinas Kukmperindag Kabupaten Penajam Paser Utara memastikan koperasi Merah Putih di 54 desa dan kelurahan siap beroperasi.

PENAJAM — Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara memastikan koperasi Merah Putih di 54 desa dan kelurahan siap beroperasi. Koperasi itu bakal menampung hasil bumi warga, lalu mendistribusikannya ke pasaran.

Hasil bumi yang masuk ke koperasi mencakup sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan yang selama ini dikelola warga desa dan kelurahan. Unit usaha yang dijalankan disesuaikan dengan usaha yang sudah berjalan di masyarakat.

Hasil Bumi Warga Jadi Prioritas Utama

Sekretaris Dinas Kukmperindag Penajam Paser Utara Syamsul Adha menyatakan koperasi ini tidak dimaksudkan mematikan usaha warga yang telah lama berjalan. "Koperasi Merah Putih untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di setiap kelurahan dan desa," ujarnya di Penajam.

Selain menampung dan memasarkan hasil bumi, koperasi diarahkan menjadi penyalur barang subsidi. Elpiji tiga kilogram, minyak goreng, dan pupuk masuk dalam daftar komoditas yang akan dipasarkan melalui unit usaha koperasi.

Menunggu Penempatan Manajer dan Bendahara

Pengoperasian koperasi masih menunggu penempatan manajer dan bendahara yang direkrut pemerintah pusat. Kedua posisi itu akan ditempatkan di masing-masing koperasi sebelum kegiatan operasional dimulai.

"Koperasi Merah Putih yang telah dibentuk di setiap desa dan kelurahan dalam proses persiapan pengoperasian," kata Syamsul Adha.

Pembentukan koperasi di 54 desa dan kelurahan dilakukan lewat mekanisme musyawarah setempat. Dengan skema itu, pengurus dan unit usaha diharapkan sesuai kebutuhan ekonomi tiap wilayah.

Apa Dampaknya bagi Petani dan Nelayan PPU?

Keberadaan koperasi memberi jalur pemasaran alternatif bagi petani, nelayan, dan peternak di Penajam Paser Utara. Selama ini sebagian hasil produksi warga dijual melalui tengkulak atau pasar lokal dengan harga yang berfluktuasi.

Koperasi juga berpotensi menekan rantai distribusi barang subsidi. Warga bisa memperoleh elpiji tiga kilogram, minyak goreng, dan pupuk melalui unit usaha yang dikelola di tingkat desa dan kelurahan.

Pemerintah kabupaten belum merinci jadwal pasti mulai beroperasinya seluruh koperasi. Kepastian itu bergantung pada penempatan manajer dan bendahara di masing-masing lokasi.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top