SAMARINDA — Gelombang kekecewaan publik di Kalimantan Timur meluas seiring antrean kendaraan yang masih mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kota Samarinda, Kabupaten Berau, dan Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi tiga wilayah yang paling terdampak dalam periode ini.
Unggahan akun Instagram @matakaltim memperlihatkan antrean kendaraan yang mengular di beberapa titik SPBU. Kondisi itu memantik reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama organisasi mahasiswa.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda melayangkan mosi tidak percaya kepada PT Pertamina Patra Niaga Samarinda. Organisasi mahasiswa ini menilai pihak Pertamina belum menangani persoalan kelangkaan BBM secara maksimal.
Mosi tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan distribusi BBM di Kaltim tidak lagi sekadar keluhan konsumen. Tekanan publik kini mengarah langsung ke pihak yang bertanggung jawab atas penyaluran bahan bakar di wilayah itu.
Akun Instagram @matakaltim menuliskan bahwa krisis antrean BBM yang terus mengular di berbagai titik di Kalimantan Timur telah memicu kemarahan publik. Unggahan itu dipublikasikan pada Kamis (15/10/2026).
Sejumlah warung dan pelaku usaha kecil di Samarinda dan sekitarnya mulai merasakan dampak tidak langsung. Distribusi barang yang bergantung pada kendaraan bermotor berisiko tersendat jika antrean BBM tidak segera diatasi.
Keluhan tidak hanya datang dari Samarinda. Warga di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Kartanegara melaporkan persoalan serupa di SPBU setempat.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga Samarinda maupun Pertamina pusat terkait mosi tidak percaya tersebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga belum menyampaikan langkah konkret menanggapi kondisi ini.