Layanan Darurat 112 Bantu Warga Surabaya, Target Nasional 514 Kabupaten/Kota

Penulis: Prayoga Santana  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:50:02 WIB
Layanan panggilan darurat 112 digunakan warga Surabaya untuk mendapatkan pertolongan cepat dalam situasi kritis.

KALIMANTAN TIMUR — Layanan panggilan darurat 112 terbukti membantu warga Surabaya mendapatkan pertolongan cepat dalam situasi kritis, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga korban tak sadarkan diri. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan perluasan layanan ini secara bertahap ke 514 kabupaten/kota di Indonesia. Nomor tunggal gratis 24 jam ini diposisikan sebagai langkah menuju sistem single number emergency seperti 911 di Amerika Serikat.

Dua warga Surabaya membagikan pengalaman langsung saat membutuhkan pertolongan darurat melalui nomor 112. Awinda, seorang pekerja kantoran, menghubungi layanan tersebut ketika melihat kecelakaan dua sepeda motor di depan kantornya. Salah satu pengendara terjatuh lemas dan tidak mampu bangkit hingga harus diangkat dua orang ke tepi jalan.

"Hari ini pertama kalinya aku telepon layanan 112 karena ada kecelakaan di depan kantorku (motor dengan motor) korban yang jatuh lemas nggak bisa bangun kelihatannya sampai diangkat 2 orang untuk ke tepi jalan," kata Awinda kepada detikINET.

Respons tim medis datang tak lama setelah panggilan dilakukan. Awinda menilai kecepatan respons layanan tersebut cukup memuaskan dan kondisi korban tidak tergolong parah.

Pertolongan untuk Korban Tak Sadarkan Diri

Pengalaman serupa dialami Komarudin, warga Surabaya yang mengalami kecelakaan hingga tidak sadarkan diri. Peristiwa terjadi pada 20 Mei 2026 di Jalan Indrapura, tepatnya di depan Gedung Keuangan Negara, sekitar pukul 15.00 WIB. Warga di sekitar lokasi yang menghubungi layanan 112 untuk meminta bantuan.

"Itu pada waktu itu tanggal 20 Mei kejadian di depan, di Jalan Indrapura, depan Kantor Keuangan. Ya itu sekitar mungkin antara jam 3 sore gitu ya kejadiannya. Saya jatuh di situ. Terus saya ditolong, ya," ujar Komarudin.

Setelah mendapat pertolongan, Komarudin dibawa ke rumah sakit. Petugas medis juga membantu mengamankan sepeda motornya dan memberi tahu keluarganya mengenai kejadian tersebut.

"Terus setelah itu, sementara saya di bawa ke rumah sakit, kalau tidak salah itu juga masnya ke sini, kasih tahu ke keluarga kami sini. Bahwa ada kejadian itu, bahkan motor saya juga di sana, terus diambil sama anak saya gitu. Ditanya memang sama petugas yang di ambulans," ungkapnya.

Komarudin mengaku puas dengan layanan yang diterimanya. Baginya, keberadaan 112 memberi rasa aman bagi warga yang membutuhkan pertolongan mendesak.

"Saya sebagai warga Surabaya, ya, bangga Surabaya ini ada 112 seperti ini. Saya bangga dan saya merasa puas gitu loh," ujarnya.

Apa Saja yang Bisa Dilaporkan ke 112

Nomor 112 merupakan nomor tunggal untuk melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan penanganan segera. Cakupannya meliputi kebakaran, kecelakaan, bencana alam, kondisi medis darurat, hingga gangguan keamanan. Layanan beroperasi 24 jam dan bebas pulsa, sehingga masyarakat tidak perlu menghafal banyak nomor berbeda.

Dalam penyelenggaraannya, Komdigi berperan pada aspek regulasi, fasilitasi, dan koordinasi penyediaan layanan. Pemerintah daerah menjalankan operasional pusat panggilan darurat serta mengoordinasikan tindak lanjut laporan dengan instansi terkait.

Target Single Number Emergency Nasional

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Wayan Toni Supriyanto menyebut layanan 112 sebagai upaya memudahkan masyarakat mengakses bantuan darurat.

"Nomor darurat 112 memudahkan masyarakat mengakses bantuan darurat di mana saja. Ini langkah nyata menuju sistem single number emergency seperti 911 di AS," kata Wayan, dikutip dari situs resmi Komdigi.

Wayan juga mengapresiasi dukungan operator seluler yang menyediakan akses panggilan gratis ke nomor 112 serta mengirimkan SMS blast terkait kebencanaan.

"Kami sangat mengapresiasi operator seluler yang memberikan panggilan gratis ke 112 dan SMS Blast kebencanaan," tuturnya.

Ketersediaan dan Imbauan Penggunaan

Layanan 112 saat ini telah tersedia di sejumlah kabupaten dan kota. Komdigi memastikan perluasan dilakukan secara bertahap hingga mencakup 514 kabupaten/kota untuk mewujudkan layanan darurat satu pintu yang terintegrasi.

Masyarakat diimbau menggunakan layanan 112 hanya untuk kondisi darurat. Panggilan palsu berpotensi menghambat penanganan laporan dari warga yang benar-benar membutuhkan pertolongan.

Bagi pelaku bisnis digital dan penyedia layanan publik, integrasi nomor darurat tunggal membuka peluang kolaborasi data dan respons cepat, terutama di kota yang pusat panggilannya sudah aktif. Perluasan ke seluruh kabupaten/kota akan menjadi indikator kesiapan infrastruktur telekomunikasi daerah.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top