Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pemprov Siapkan Opsi PJJ untuk Siswa

Penulis: Taufik Rahman  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:51:31 WIB
Pemprov DKI menyiagakan 31 rumah sakit dan 44 puskesmas untuk mengantisipasi lonjakan gangguan pernapasan akibat potensi memburuknya kualitas udara Jakarta.

KALIMANTAN TIMUR — Kualitas udara Jakarta masih berisiko memburuk akibat asap karhutla, dan Pemprov DKI menyiapkan opsi pembelajaran jarak jauh bagi siswa. Simak tanda-tanda udara tidak sehat, fasilitas kesehatan yang disiagakan, dan langkah pencegahan yang bisa ibu lakukan di rumah.

Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu disiagakan Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi lonjakan gangguan pernapasan. Langkah ini menyusul potensi memburuknya kualitas udara Ibu Kota akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bagi ibu dengan anak usia sekolah, kabar ini tentu bikin waspada. Apalagi Pemprov DKI sudah membuka opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika kondisi udara memburuk.

Kapan PJJ Bisa Diberlakukan?

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menegaskan kebijakan PJJ tidak diambil sembarangan. Penerapannya akan mempertimbangkan data resmi kualitas udara.

"Apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi, opsi lanjutan seperti rekomendasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, dan imbauan penggunaan masker akan diterapkan sesuai kebutuhan," kata Chico dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Saat ini Pemprov DKI masih memantau perkembangan sebelum menentukan kebijakan lanjutan. Artinya, ibu belum perlu panik, tapi tetap siap-siaga.

Asap Karhutla Mulai Menjauh, tapi Udara Belum Aman

Citra satelit BMKG pada Jumat (16/10) mendeteksi asap karhutla di atmosfer Jakarta. Sebaran asap kini bergerak menjauh dari Jabodetabek seiring perubahan pola angin.

Meski begitu, Chico menyebut sejumlah titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih berada di kategori sedang hingga tidak sehat. Parameter yang jadi perhatian utama adalah partikel halus PM2.5.

Selain asap karhutla, kualitas udara Jakarta juga dipengaruhi emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan musim kemarau. "Kualitas udara Jakarta juga dipengaruhi oleh emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan kondisi musim kemarau," ujarnya.

Tanda Udara Tidak Sehat yang Perlu Ibu Waspadai

Anak-anak termasuk kelompok paling rentan saat kualitas udara memburuk. Kenali tanda-tanda berikut pada si kecil:

  • Batuk kering atau berdahak yang muncul tiba-tiba
  • Sesak napas atau napas berbunyi (mengi)
  • Mata merah, gatal, dan berair
  • Iritasi hidung dan tenggorokan
  • Anak tampak lemas atau sulit berkonsentrasi

Jika muncul gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Dinas Kesehatan DKI sudah berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan untuk memastikan penanganan cepat.

Langkah Pencegahan di Rumah

Pemprov DKI mengaktifkan penyemprotan water mist melalui 179 perangkat di 145 gedung. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disiapkan sebagai opsi penanganan.

Di rumah, ibu bisa melakukan langkah sederhana: batasi aktivitas luar ruangan saat ISPU tidak sehat, tutup jendela pada jam polusi tinggi, dan gunakan masker saat keluar. Pastikan anak minum cukup air dan konsumsi buah kaya vitamin C.

Pantau ISPU Jakarta secara berkala lewat situs resmi BMKG atau Dinas Lingkungan Hidup. Data ini jadi acuan apakah anak aman beraktivitas di luar atau sebaiknya belajar di rumah dulu.

Kualitas udara Jakarta memang belum sepenuhnya bersih, tapi dengan pemantauan rutin dan langkah pencegahan tepat, ibu bisa melindungi si kecil dari dampak buruk polusi.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top