KALIMANTAN TIMUR — Kualitas udara Jakarta masih berisiko memburuk akibat asap karhutla, dan Pemprov DKI menyiapkan opsi pembelajaran jarak jauh bagi siswa. Simak tanda-tanda udara tidak sehat, fasilitas kesehatan yang disiagakan, dan langkah pencegahan yang bisa ibu lakukan di rumah.
Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu disiagakan Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi lonjakan gangguan pernapasan. Langkah ini menyusul potensi memburuknya kualitas udara Ibu Kota akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bagi ibu dengan anak usia sekolah, kabar ini tentu bikin waspada. Apalagi Pemprov DKI sudah membuka opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika kondisi udara memburuk.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menegaskan kebijakan PJJ tidak diambil sembarangan. Penerapannya akan mempertimbangkan data resmi kualitas udara.
"Apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi, opsi lanjutan seperti rekomendasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, dan imbauan penggunaan masker akan diterapkan sesuai kebutuhan," kata Chico dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Saat ini Pemprov DKI masih memantau perkembangan sebelum menentukan kebijakan lanjutan. Artinya, ibu belum perlu panik, tapi tetap siap-siaga.
Citra satelit BMKG pada Jumat (16/10) mendeteksi asap karhutla di atmosfer Jakarta. Sebaran asap kini bergerak menjauh dari Jabodetabek seiring perubahan pola angin.
Meski begitu, Chico menyebut sejumlah titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih berada di kategori sedang hingga tidak sehat. Parameter yang jadi perhatian utama adalah partikel halus PM2.5.
Selain asap karhutla, kualitas udara Jakarta juga dipengaruhi emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan musim kemarau. "Kualitas udara Jakarta juga dipengaruhi oleh emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan kondisi musim kemarau," ujarnya.
Anak-anak termasuk kelompok paling rentan saat kualitas udara memburuk. Kenali tanda-tanda berikut pada si kecil:
Jika muncul gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Dinas Kesehatan DKI sudah berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan untuk memastikan penanganan cepat.
Pemprov DKI mengaktifkan penyemprotan water mist melalui 179 perangkat di 145 gedung. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disiapkan sebagai opsi penanganan.
Di rumah, ibu bisa melakukan langkah sederhana: batasi aktivitas luar ruangan saat ISPU tidak sehat, tutup jendela pada jam polusi tinggi, dan gunakan masker saat keluar. Pastikan anak minum cukup air dan konsumsi buah kaya vitamin C.
Pantau ISPU Jakarta secara berkala lewat situs resmi BMKG atau Dinas Lingkungan Hidup. Data ini jadi acuan apakah anak aman beraktivitas di luar atau sebaiknya belajar di rumah dulu.
Kualitas udara Jakarta memang belum sepenuhnya bersih, tapi dengan pemantauan rutin dan langkah pencegahan tepat, ibu bisa melindungi si kecil dari dampak buruk polusi.