KALIMANTAN TIMUR — Tesla dan SpaceX masing-masing membentuk komite khusus di jajaran direksi untuk meninjau kemungkinan merger kedua perusahaan. Langkah ini muncul hanya beberapa bulan setelah SpaceX melantai di bursa saham dan berpotensi mendilusi kepemilikan saham seluruh pemegang saham, termasuk dana pensiun yang terekspos indeks saham utama.
Elon Musk mengonfirmasi pembentukan komite tersebut dalam sesi tanya jawab laporan kuartalan SpaceX. Musk menjabat CEO di kedua perusahaan, sehingga proses peninjauan merger melibatkan dua entitas yang dikendalikannya sendiri.
Komite berisi anggota dewan yang diklaim independen bertugas menilai apakah merger masuk akal secara bisnis. Musk secara resmi tidak boleh terlibat dalam pembahasan, begitu pula anggota dewan yang tidak dianggap independen seperti adiknya, Kimbal Musk.
Rekam jejak komite serupa di Tesla menimbulkan keraguan. Komite independen sebelumnya menyetujui paket remunerasi Musk senilai USD 1 triliun, meski paket itu dinilai hanya menguntungkan Musk di atas kerugian pemegang saham lain. Musk sendiri menyebut merger sebagai ide bagus karena "kita sudah berada di singularitas superintelligence" — klaim yang tidak relevan dengan operasional pabrikan mobil.
Persentase kepemilikan Musk di Tesla menyusut seiring bertambahnya saham beredar dari penawaran umum dan hibah karyawan. Setelah pemulihan paket gajinya, porsi kepemilikan Musk berada di kisaran 22 persen. Angka itu tidak cukup untuk meloloskan keputusan sepihak tanpa membangun konsensus.
Musk ingin kendali total. Salah satu caranya lewat provisi dalam paket remunerasi yang mengatur saham otomatis diberikan jika terjadi merger. Artinya, target operasional seperti satu juta robot atau satu juta robotaxi tidak perlu tercapai — saham tetap cair begitu merger terwujud.
Merger dua perusahaan publik besar berimplikasi jauh melampaui pemegang saham langsung Tesla dan SpaceX. Indeks saham utama yang menjadi acuan produk dana pensiun berpotensi menyerap efek dilusi saham hasil penggabungan.
Pemegang saham ritel yang terbujuk janji pertumbuhan lewat paket remunerasi berisiko menerima porsi lebih kecil tanpa pernah melihat satu robot pun terkirim. Saham baru yang diterbitkan dari penggabungan langsung masuk ke kantong Musk, sekaligus menggerus kekuatan suara dan nilai saham pemilik lain.
Merger belum pasti. Komite independen di kedua perusahaan masih harus menyetujui usulan sebelum proses berlanjut ke tahap formal. Namun mengingat pola dewan Tesla yang selama ini mengikuti arah Musk, persetujuan komite dinilai cukup mungkin terjadi.
SpaceX baru dua kali menyampaikan laporan kuartalan sejak penawaran umum perdana. Kecepatan pembahasan merger ini menandai babak baru bagi perusahaan yang baru beberapa bulan menjadi emiten publik.