Gubernur Rudy Mas'ud Buka Mahakam Investment Forum 2026, Tawarkan 11 Proyek Investasi di Kaltim

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:17:01 WIB
Gubernur Rudy Mas'ud membuka Mahakam Investment Forum 2026 di Hotel Fugo Samarinda.

SAMARINDA — Forum yang digelar di Kertanegara Ballroom Hotel Fugo Samarinda itu dihadiri sejumlah duta besar dan delegasi dagang negara sahabat, pemerintah kabupaten/kota, pemilik proyek, serta mitra usaha terkait. Rudy Mas'ud menyebut Kaltim punya potensi besar yang didukung kekayaan sumber daya alam dan posisi strategis dalam perekonomian nasional.

"Balikpapan sangat-sangat potensial. Balikpapan seperti Singapuranya Indonesia," kata Gubernur Rudy Mas'ud.

Balikpapan Jadi Pintu Masuk: Kilang 360.000 Barel hingga Teluk Dalam

Rudy merinci sejumlah keunggulan Balikpapan, mulai dari refinery terbesar di Indonesia berkapasitas 360.000 barel per hari hingga teluk yang cukup dalam untuk kapal angkutan besar sampai 100.000 ton. Teluk Balikpapan juga telah memiliki pelabuhan laut internasional.

Di kawasan itu pula berdiri pengolahan batu bara milik Bayan Group, Independent Power Plant (IPP), pabrik hilirisasi nikel, serta pemurnian sawit menjadi olein, minyak goreng, dan biodiesel. "Balikpapan juga sangat dekat dengan Ibu Kota Nusantara," imbuh Gubernur.

KEK Maloy hingga Bontang Masuk Daftar Kawasan Andalan

Potensi investasi lain tersebar di Kutai Timur dan Bontang. Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK Maloy) dinilai strategis secara teritorial dengan komoditas pendukung batu bara, kelapa sawit, hasil perkebunan, dan manufaktur lainnya.

Bontang ditawarkan untuk industri pengolahan gas, soda ash, dan bisnis kondensat. Sektor transportasi logistik juga dibuka lebar. "Produksi batu bara kita sekitar 360 juta metrik ton. Kira-kira perlu minimum 1.000 kapal. Belum lagi CPO yang rata-rata produksi 5 juta ton per tahun," beber Gubernur Rudy Mas'ud.

Ekonomi Biru: Ekspor Ikan Kaltim Masih Lewat Surabaya dan Jakarta

Gubernur menyoroti ekonomi biru sebagai peluang yang belum tergarap maksimal, meliputi perikanan tangkap dan budidaya, wisata bahari, energi terbarukan laut, mitigasi iklim, dan transportasi logistik laut. "Potensi perikanan kita sangat besar. Tapi sayang, ekspor ikan dari Balikpapan harus lewat Surabaya atau Jakarta dulu, sebelum ke Singapura," ungkap Gubernur.

MIF 2026 juga memperkuat promosi ekspor melalui business matching ekspor Kaltimpreneurs. Kegiatan itu diharapkan membuka akses pasar lebih luas bagi produk unggulan UMKM Kalimantan Timur.

Kemudahan Perizinan OSS RBA dan Insentif Fiskal untuk Investor

Pemprov Kaltim berkomitmen menciptakan iklim investasi kondusif lewat kepastian berusaha dan kemudahan perizinan. Proses perizinan dilakukan melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA), disertai penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

"Selain kemudahan perizinan, kami juga menyiapkan dukungan insentif fiskal dan nonfiskal sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Gubernur.

Dukungan tersebut mencakup potensi keringanan pajak dan retribusi daerah, keringanan sewa lahan di KEK dan kawasan industri, serta penguatan infrastruktur pendukung. Roadmap RIRU Kaltim 2026-2028 juga telah disiapkan untuk memperkuat arah promosi investasi.

"Akhirnya, kami mengundang Bapak dan Ibu untuk memanfaatkan forum ini dalam menjajaki peluang, membangun kemitraan strategis, dan mewujudkannya menjadi investasi nyata demi mendorong Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan," pungkas Gubernur.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: poskotakaltimnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top